PKN Tingkat I Angkatan LXVII, Herman Deru Paparkan Esensi Kepemimpinan Efektif
![]() |
| PKN Tingkat I Angkatan LXVII, Herman Deru Paparkan Esensi Kepemimpinan Efektif |
Palembang – detik35. Com - Gubernur Sumatera Selatan, , menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya bertumpu pada bakat atau potensi individu, tetapi juga harus dibangun melalui pengalaman dan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri secara virtual kegiatan Penjelasan Penilaian Sikap Perilaku dan Strategi Pengembangan Diri bagi mentor pada yang berlangsung di Sumsel Command Center, Selasa (2/6/2026).
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki pengalaman yang cukup atau jam terbang yang memadai agar mampu mengambil keputusan secara tepat dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kepemimpinan itu membutuhkan pengalaman. Seorang pemimpin harus menguasai lapangan dan tidak boleh menganggap sepele apa pun,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kemampuannya memahami kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, pemimpin dituntut untuk selalu peka terhadap berbagai persoalan serta mampu membaca dinamika yang berkembang di masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sistem kepemimpinan terdapat hirarki yang harus dijalankan secara baik dan profesional. Seorang pemimpin, lanjutnya, tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan serta masukan dari berbagai pihak, khususnya jajaran yang memiliki kompetensi teknis di bidang tertentu.
“Kepemimpinan itu ada hirarkinya, sehingga kita membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak, terutama dari para pemimpin di bawah yang membidangi tugas tertentu,” katanya.
Lebih lanjut, Herman Deru menuturkan bahwa seorang pemimpin ideal harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai sektor pembangunan. Meskipun tidak harus menjadi ahli di semua bidang, pemimpin setidaknya harus memahami persoalan secara menyeluruh sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Menurutnya, kemampuan mendengar, menerima masukan, serta memahami berbagai sudut pandang menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menutup arahannya, Herman Deru menyampaikan bahwa kualitas kepemimpinan lahir dari perpaduan antara potensi, kapasitas, integritas, dan pengalaman yang terus diasah sepanjang perjalanan karier.
“Menjadi pemimpin itu bukan hanya bibit, tapi juga harus memiliki bobot,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Rika Efianti, Kepala Biro Humas dan Protokol Toni Kurniawan, serta Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Darmayanti.
Melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat karakter sebagai pemimpin perubahan, serta memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.(Red)

