Kemhan Tegaskan Pelatihan SPPI Bukan Pendidikan Militer Prajurit
![]() |
| Kemhan Tegaskan Pelatihan SPPI Bukan Pendidikan Militer Prajurit |
JAKARTA – detik35. Com. - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak diselenggarakan seperti pendidikan yang dijalani prajurit militer.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan telah dirancang secara proporsional dengan mempertimbangkan status peserta sebagai masyarakat sipil. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak bertujuan membentuk kemampuan tempur atau fisik layaknya pendidikan militer.
"Pelatihan bela negara dan manajerial ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil. Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit," ujar Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Ia menambahkan, tujuan utama pelatihan SPPI adalah membangun karakter, memperkuat mental, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, serta keterampilan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Kemhan menegaskan bahwa program SPPI merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki semangat bela negara, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan manajerial untuk mendukung pembangunan nasional, termasuk melalui program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.(Red)
