Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres Blitar Jadi Sorotan, Kapolres Lakukan Pengecekan

Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres Blitar Jadi Sorotan, Kapolres Lakukan Pengecekan


Blitar – detik35. Com - Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang pejabat di lingkungan Polres Blitar menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai seorang ajudan wakapolres yang mengalami luka serius hingga patah tulang hidung.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban saat ini masih menjalani perawatan medis akibat cedera yang dialaminya. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti kronologi maupun penyebab kejadian tersebut.

Sejumlah informasi yang beredar menyebut dugaan penganiayaan itu melibatkan Wakapolres Blitar. Meski demikian, belum terdapat keterangan resmi yang mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut, termasuk terkait waktu kejadian dan motif yang melatarbelakanginya.

Menanggapi isu yang berkembang, Kapolres Blitar AKBP Rivanda mengaku belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut dan akan terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar.

"Itu informasinya bagaimana ya, terkait isu yang beredar itu, besok akan saya cek untuk pastikan kembali terkait isu yang dimaksud ya. Kalau bisa di-share juga informasi yang didapat ini," ujar Rivanda melalui pesan singkat.

Kapolres juga meminta agar informasi yang dimiliki pihak-pihak terkait dapat disampaikan kepadanya guna mempercepat proses verifikasi dan pengecekan internal.

"Besok saja ketemu langsung setelah saya cek informasi tersebut supaya jelas. Kalau bisa saya di-share juga terkait informasi tersebut supaya saya bisa lebih cepat untuk lakukan pengecekannya ya," lanjutnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan tindak kekerasan di lingkungan internal kepolisian. Sejumlah pihak berharap proses klarifikasi dan pemeriksaan dapat dilakukan secara transparan guna menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wakapolres Blitar terkait dugaan tersebut. Sementara itu, Bidang Humas Polda Jawa Timur juga belum memberikan keterangan resmi mengenai kebenaran informasi yang beredar.

Perkembangan kasus ini masih menunggu hasil pengecekan dan klarifikasi dari pihak kepolisian setempat.(Red)