Alfamart: Kehadiran Kopdes Merah Putih Belum Berdampak pada Kinerja Bisnis
![]() |
| Alfamart: Kehadiran Kopdes Merah Putih Belum Berdampak pada Kinerja Bisnis |
Jakarta – detik35. Com - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan ritel Alfamart, menyatakan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan langkah positif pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2026), manajemen perseroan menegaskan bahwa hingga saat ini keberadaan KDMP belum memberikan dampak material terhadap operasional maupun kinerja bisnis perusahaan.
Perseroan juga memastikan tidak ada penutupan gerai yang disebabkan oleh hadirnya koperasi desa tersebut. Menurut manajemen, model bisnis dan segmen pasar yang dilayani oleh masing-masing pelaku usaha memiliki karakteristik berbeda sehingga dapat berkembang secara berdampingan.
Selain itu, perusahaan menyebut belum terdapat dampak signifikan terhadap rantai pasok maupun aktivitas distribusi yang dijalankan perseroan sejak program Koperasi Desa Merah Putih mulai digulirkan pemerintah.
Meski demikian, Alfamart tetap menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi salah satu fokus ekspansi perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, penyediaan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, penetapan harga yang kompetitif, serta pelaksanaan program promosi yang relevan.
Manajemen menilai kemampuan memahami kebutuhan konsumen akan menjadi faktor utama dalam mempertahankan daya saing di tengah berkembangnya berbagai model usaha ritel dan koperasi di Indonesia.
Terkait peluang kerja sama dengan pengelola Koperasi Desa Merah Putih, perseroan menyatakan hingga saat ini belum terdapat kolaborasi strategis yang dijalankan antara kedua pihak. Namun demikian, perusahaan tetap membuka peluang sinergi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan penguatan ekonomi daerah di masa mendatang.(Red)
