UEA Disebut Terlibat Serangan ke Iran, Ketegangan Kawasan Timur Tengah Kian Memanas

UEA Disebut Terlibat Serangan ke Iran, Ketegangan Kawasan Timur Tengah Kian Memanas


Abu Dhabi,detik35.Com.- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul laporan yang menyebut Uni Emirat Arab (UEA) terlibat dalam serangan udara terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran sejak awal pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Teheran. Keterlibatan Abu Dhabi disebut lebih besar dibandingkan yang selama ini diketahui publik.

Berdasarkan laporan yang mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, serangan yang dilakukan UEA disebut menyasar sejumlah fasilitas energi penting milik Iran. Target yang disebutkan antara lain Pulau Qeshm, Abu Musa di Selat Hormuz, kawasan pelabuhan Bandar Abbas, kilang minyak di Pulau Lavan, hingga kompleks petrokimia Asaluyeh yang menjadi salah satu pusat industri energi Iran.

Sumber tersebut menyebut operasi militer UEA dilakukan dengan dukungan informasi intelijen yang diperoleh dari Amerika Serikat dan Israel. Bahkan, Israel juga dikabarkan ikut melakukan serangan terhadap kawasan Asaluyeh. Langkah tersebut dilaporkan sempat memicu kekhawatiran Washington yang meminta agar serangan terhadap fasilitas energi Iran tidak semakin meluas dan memperburuk situasi regional.

Serangan terhadap infrastruktur energi Iran disebut sebagai respons atas serangan rudal dan drone yang sebelumnya dilancarkan Teheran ke sejumlah negara Teluk. Iran dilaporkan menargetkan wilayah UEA sehari setelah pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump. Serangan tersebut kemudian disebut meluas hingga menyasar Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Sejak konflik berlangsung, UEA disebut menjadi salah satu negara yang paling sering menjadi sasaran serangan Iran setelah Israel. Pemerintah Abu Dhabi menuding Teheran berupaya membangun narasi bahwa wilayah dan ruang udara negara-negara Arab digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.

Di sisi lain, UEA memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Arab justru berpotensi mempererat hubungan keamanan dan pertahanan antara Israel dengan negara-negara Arab yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Kondisi ini dinilai dapat mengubah peta geopolitik kawasan sekaligus meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Perkembangan terbaru tersebut menjadi sorotan dunia internasional mengingat kawasan Teluk merupakan jalur vital perdagangan dan distribusi energi global. Setiap peningkatan ketegangan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan regional maupun perekonomian dunia.(Red)