Belajar Wayang Sejak Dini, Puluhan Siswa TK di Jepara Ditanamkan Nilai Kejujuran dan Cinta Budaya

Belajar Wayang Sejak Dini, Puluhan Siswa TK di Jepara Ditanamkan Nilai Kejujuran dan Cinta Budaya


JEPARA – detik35. Com - Upaya melestarikan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda terus dilakukan melalui berbagai cara kreatif. Salah satunya terlihat dalam kegiatan outing class budaya yang diikuti puluhan siswa TK Smart Kids di Joglo Langgar Srimuji, Desa Langon, Kabupaten Jepara, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diperkenalkan dengan seni wayang kulit dan gamelan, tetapi juga mendapatkan pembelajaran mengenai nilai-nilai moral, terutama pentingnya kejujuran sejak usia dini. Dengan suasana yang santai dan menyenangkan, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan yang dipandu oleh dalang sekaligus pegiat budaya, Sugiyarto.

Melalui pengenalan berbagai tokoh pewayangan, Sugiyarto menjelaskan karakter masing-masing tokoh berdasarkan warna wajah wayang. Metode sederhana tersebut digunakan untuk membantu anak-anak memahami perbedaan antara sifat baik dan buruk. Tokoh-tokoh pewayangan yang memiliki karakter luhur dijadikan contoh untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kebaikan kepada para peserta.

Selain mendengarkan cerita dan penjelasan tentang filosofi wayang, para siswa juga diberikan kesempatan untuk memegang serta memainkan wayang secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi momen berharga bagi anak-anak karena sebagian besar baru pertama kali berinteraksi dengan kesenian tradisional Jawa tersebut.

Tidak hanya itu, para peserta juga diajak mengenal dan mencoba memainkan alat musik gamelan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pertunjukan wayang. Kegiatan praktik langsung tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ketertarikan dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Pimpinan Sanggar Joglo Langgar Srimuji, Rhobi Shani, mengatakan program outing class budaya telah berlangsung selama beberapa tahun dan mendapat respons positif dari berbagai sekolah. Menurutnya, pengalaman langsung memegang wayang dan memainkan gamelan akan memberikan kesan mendalam bagi anak-anak sehingga mereka lebih mudah mengenal serta mencintai warisan budaya bangsa.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus budaya modern, kegiatan seperti ini dinilai menjadi sarana efektif untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, pembelajaran berbasis budaya juga dapat menjadi media penanaman karakter positif bagi generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan edukatif tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mengenal teknologi modern, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerah serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.(Red)