Tradisi Perang Obor Jepara Kembali Membara, Ribuan Warga Padati Tegalsambi
![]() |
| Tradisi Perang Obor Jepara Kembali Membara, Ribuan Warga Padati Tegalsambi |
Jepara,detik35.com - Ribuan warga dan wisatawan memadati jalan utama menuju kawasan pesisir Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, saat tradisi perang obor kembali digelar pada Senin malam, 25 Mei 2026.
Tradisi tahunan yang menjadi bagian dari sedekah bumi itu berlangsung meriah dan penuh semangat. Ratusan obor raksasa yang menyala digunakan warga untuk saling beradu dalam atraksi khas yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen, keselamatan, dan berkah yang diterima masyarakat.
Puluhan peserta pembawa obor tampak saling menyerang di tengah kerumunan penonton yang memadati sepanjang jalan desa. Kobaran api dari obor berbahan daun kelapa dan pelepah pisang sepanjang tiga hingga empat meter itu membuat suasana malam di Tegalsambi semakin dramatis dan semarak.
Kepala Desa Tegalsambi, Agus Santoso, mengatakan perang obor merupakan agenda rutin tahunan masyarakat dalam rangkaian sedekah bumi desa yang terus dilestarikan hingga kini.
“Tahun ini tradisi perang obor juga melibatkan para pemuda desa agar budaya turun-temurun tetap terjaga dan tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Sekitar 40 warga ambil bagian dalam tradisi tersebut dengan menyiapkan kurang lebih 400 obor raksasa. Meski terlihat ekstrem, kegiatan berlangsung aman dan menjadi tontonan yang paling dinanti masyarakat setiap tahunnya.
Selain sebagai tradisi adat, perang obor kini berkembang menjadi daya tarik wisata budaya khas pesisir Jepara. Tidak sedikit wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara datang untuk menyaksikan langsung ritual unik tersebut.
Menurut cerita masyarakat setempat, tradisi perang obor bermula ketika hewan ternak warga terserang penyakit dan tanaman pertanian diserang hama. Sebagai bentuk rasa syukur setelah kondisi kembali pulih dan panen berhasil, masyarakat kemudian menggelar perang obor yang terus dilestarikan hingga sekarang.(Red)
