Puluhan Tahun Terisolasi, Jalur Duplak–Sumanding Akhirnya Dibuka
![]() |
| Puluhan Tahun Terisolasi, Jalur Duplak–Sumanding Akhirnya Dibuka |
Jepara,detik35.Com.- Warga Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya bisa bernapas lega setelah penantian panjang selama puluhan tahun. Jalur penghubung Duplak–Sumanding yang menghubungkan Desa Tempur dengan Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, kini resmi dibuka.
Pembukaan akses di lereng itu menjadi titik penting bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterisolasian akibat medan berat dan minimnya infrastruktur jalan.
Ketua RW 6 Dukuh Duplak, Jatmiko, mengungkapkan rasa syukur atas terbukanya akses yang telah lama diimpikan warga. Menurutnya, Desa Tempur selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah paling sulit dijangkau di kawasan Muria.
“Berpuluh-puluh tahun nenek moyang kami hidup di dalam kawah Pegunungan Muria. Tempur itu desa yang tertutup, tersulit intinya,” ujar Jatmiko, Sabtu (23/5/2026).
Sebelum jalur dibuka, warga harus berjalan kaki selama berjam-jam melewati jalan setapak untuk membawa hasil pertanian menuju wilayah Bangsri dan sekitarnya. Bahkan pada masa lalu, aktivitas ekonomi warga masih menggunakan sistem barter.
Warga membawa hasil bumi seperti labu siam dan umbi-umbian untuk ditukar dengan kebutuhan pokok seperti garam hingga beras.
Kini kondisi tersebut mulai berubah. Dengan bantuan alat berat, jalur sepanjang sekitar enam kilometer berhasil dibuka sehingga memangkas waktu tempuh secara drastis.
“Kalau dahulu dari Duplak ke Sumanding bisa tiga jam sambil manggul barang. Sekarang paling lama 15 menit. Sangat berdampak bagi warga,” katanya.
Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah melanjutkan pembangunan berupa pengerasan hingga pengecoran jalan agar akses lebih aman, nyaman, dan mudah dirawat.
Sementara itu, Bupati Jepara mengatakan pembukaan jalur tersebut tidak hanya bertujuan membuka keterisolasian warga, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana.
Menurutnya, saat bencana melanda Desa Tempur sebelumnya, akses utama sempat terputus sehingga proses penanganan dan distribusi bantuan menjadi terkendala.
“Kemarin saat bencana di Tempur, kita hampir tiga hari sampai seminggu baru bisa masuk karena akses satu-satunya terputus. Jalan ini dibuka supaya saat ada bencana, alat berat bisa masuk lebih cepat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara saat ini telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp500 juta untuk pembangunan bahu jalan. Namun, masyarakat luar daerah dan wisatawan diimbau untuk sementara tidak melintasi jalur tersebut karena kondisi medan masih terjal dan belum beraspal.
“Keselamatan lebih penting. Untuk sementara wisatawan jangan lewat sini dahulu karena medannya masih sangat terjal dan belum beraspal,” tegas bupati.(Red)
