Bom Diduga Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Biak, Tewaskan Warga dan Hancurkan Permukiman

Bom Diduga Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Biak, Tewaskan Warga dan Hancurkan Permukiman


Biak,detik35.Com - Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Kompleks Perikanan di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa, sejumlah warga hilang, serta kerusakan parah pada rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan terjadi di kawasan pesisir dekat pasar ikan dan pelabuhan setempat. Kekuatan ledakan yang sangat besar memicu kebakaran hebat disertai kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari berbagai penjuru Kota Biak. Rekaman kamera pengawas di sekitar pelabuhan menunjukkan gelombang kejut yang menghantam bangunan di sekitar lokasi, menerbangkan atap-atap rumah dan menyebarkan puing hingga ke perairan.

Berdasarkan informasi awal dari warga, ledakan diduga terjadi saat beberapa orang berusaha membongkar benda yang diyakini sebagai bom peninggalan perang. Benda tersebut disebut hendak dipisahkan atau diambil bagian tertentu dari dalamnya sebelum akhirnya meledak secara tiba-tiba. Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari aparat berwenang.

Biak sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam Perang Dunia II. Daerah ini pernah menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan Jepang pada tahun 1944, sehingga berbagai sisa amunisi dan bahan peledak peninggalan perang masih kerap ditemukan hingga saat ini.

Di tengah proses penyelidikan, muncul pula spekulasi lain dari masyarakat terkait asal-usul benda yang meledak. Sebagian warga menduga bahan peledak tersebut kemungkinan berkaitan dengan praktik penangkapan ikan menggunakan bom yang masih terjadi secara ilegal di beberapa wilayah perairan. Meski demikian, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut.

Hingga Minggu malam, tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, petugas SAR, dan warga setempat masih melakukan evakuasi korban serta pencarian terhadap sejumlah warga yang dilaporkan hilang. Beberapa korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, sementara korban luka dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Aparat dari telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab ledakan. Petugas juga melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya bahan peledak lain yang tersisa di sekitar area terdampak.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya sisa-sisa amunisi perang yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya daerah yang pernah menjadi lokasi pertempuran besar pada masa Perang Dunia II. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap temuan benda mencurigakan dan tidak mencoba membongkar atau memindahkannya secara mandiri.

Hingga saat ini, jumlah pasti korban jiwa, korban hilang, maupun total kerugian material masih dalam pendataan. Investigasi resmi terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengguncang wilayah Biak tersebut.(Red)