Polsek Buay Madang Timur Hadiri dan Amankan Sosialisasi Desa Cantik 2026 di OKU Timur

Polsek Buay Madang Timur Hadiri dan Amankan Sosialisasi Desa Cantik 2026 di OKU Timur


OKU Timur – detik35. Com. - Upaya peningkatan kualitas data statistik di tingkat desa terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui lintas instansi menggelar kegiatan sosialisasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sekaligus identifikasi kebutuhan desa tahun 2026 di Aula Kecamatan Buay Madang Timur, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimcam, di antaranya Asisten I Kabupaten OKU Timur, Dwi Supriyanto, Kepala Bapenda OKU Timur, Marius Markus Firdaus, Kepala BPS OKU Timur, Zainal Abidin, serta Kepala Dinas Kominfo OKU Timur, Sri Suhartati.

Turut hadir Camat Buay Madang Timur, M. Andrie, perwakilan Kapolsek Buay Madang Timur yang diwakili Kanit Samapta IPDA Alim Susilo, Babinsa Serda Adirin, serta para kepala desa dari Desa Gumuk Rejo, Bangun Harjo, dan Raman Agung.

Dalam sambutannya, Camat Buay Madang Timur menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak dan menjelaskan bahwa tiga desa di wilayahnya ditunjuk untuk mengikuti program Desa Cantik sebagai langkah awal peningkatan kualitas data desa.

Sementara itu, Kepala Bapenda OKU Timur menjelaskan pentingnya pemahaman tentang program Desa Cantik kepada pemerintah desa sebagai upaya mendukung pembangunan berbasis data. Hal senada disampaikan Kepala BPS OKU Timur yang menekankan pentingnya statistik desa yang akurat dan terbarukan.

Asisten I Kabupaten OKU Timur menegaskan bahwa data statistik memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan desa. Ia mendorong adanya sinergi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan data desa dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik. Melalui program ini, desa diharapkan mampu menyajikan data yang valid, mutakhir, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

Kegiatan berlangsung dengan susunan acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan sekaligus penandatanganan komitmen bersama, doa, penyampaian materi, hingga penutup. Hingga laporan disampaikan, kegiatan masih berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.(Red)