Kapolri Mutasi 54 Pati dan Pamen, Ada Kakortas Tipikor hingga Gubernur Akpol

Kapolri Mutasi 54 Pati dan Pamen, Ada Kakortas Tipikor hingga Gubernur Akpol

Jakarta –  detik35.com - Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap 54 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada akhir Februari 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026 yang diterbitkan pada 27 Februari 2026.

Mutasi ini mencakup sejumlah jabatan strategis, termasuk posisi Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipikor) dan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol). Pergeseran ini dinilai sebagai langkah penguatan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, baik dalam aspek penegakan hukum, pemberantasan korupsi, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam tubuh Polri. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus penyegaran organisasi guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Johnny dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Rotasi jabatan di tubuh Polri dilakukan secara berkala sebagai bagian dari dinamika organisasi dan proses regenerasi kepemimpinan. Dengan adanya mutasi ini, diharapkan para pejabat yang mendapatkan amanah baru mampu membawa inovasi serta meningkatkan efektivitas kinerja satuan kerja masing-masing.

Penempatan pejabat pada posisi strategis seperti Kakortas Tipikor menunjukkan komitmen Polri dalam memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu, pergantian Gubernur Akpol juga menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang unggul dan berintegritas sejak tahap pendidikan.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan upaya transformasi Polri menuju institusi yang semakin presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—sebagaimana visi yang selama ini digaungkan Kapolri.

Ke depan, Polri menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penanganan kejahatan konvensional, tindak pidana korupsi, kejahatan siber, hingga pengamanan agenda nasional. Oleh karena itu, penyegaran struktur organisasi dinilai penting untuk menjaga soliditas dan meningkatkan daya respons institusi terhadap dinamika sosial yang berkembang.

Mutasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi internal dan eksternal, baik dengan aparat penegak hukum lainnya maupun dengan masyarakat. Dengan komposisi kepemimpinan yang baru, diharapkan Polri mampu menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Rotasi jabatan yang dilakukan pada akhir Februari ini menegaskan komitmen pimpinan Polri dalam menjaga profesionalisme dan kesinambungan organisasi. Publik pun diharapkan dapat melihat mutasi ini sebagai bagian dari mekanisme pembinaan yang bertujuan memperkuat institusi demi pelayanan yang lebih baik.(Red)