JK Wanti-wanti Inisiasi Prabowo Jadi Mediator Konflik Iran-AS
![]() |
| JK Wanti-wanti Inisiasi Prabowo Jadi Mediator Konflik Iran-AS |
Jakarta – detik35.Com.- Inisiasi Prabowo Subianto untuk menjadi juru damai menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran menuai tanggapan dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).
JK menilai niat Presiden Prabowo untuk memediasi konflik merupakan langkah yang baik. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi geopolitik yang berkembang saat ini jauh lebih kompleks dan melibatkan kepentingan global yang besar.
“Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sikap Amerika,” ujar JK kepada wartawan di Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
Menurut JK, konflik di Timur Tengah bukan persoalan sederhana, melainkan konflik berkepanjangan dengan dimensi politik, ideologi, dan kepentingan strategis yang saling bertabrakan. Ia mencontohkan bagaimana konflik Palestina–Israel yang telah berlangsung puluhan tahun pun hingga kini belum menemukan titik damai permanen.
Selain itu, JK juga menyinggung posisi Indonesia dalam percaturan global, khususnya dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Ia mengungkapkan adanya perjanjian antara pemerintah Indonesia dan AS yang dinilainya tidak seimbang serta berpotensi merugikan Indonesia.
“Sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara dengan Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu,” katanya.
Pernyataan JK tersebut menjadi catatan penting di tengah rencana Presiden Prabowo yang disebut siap bertolak ke Teheran guna membuka ruang dialog dan meredakan ketegangan. Di sisi lain, langkah mediasi Indonesia mendapat apresiasi dari pihak Kedutaan Besar Iran yang menyambut baik kesiapan Indonesia berperan aktif dalam upaya perdamaian.
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran dinilai berpotensi memperluas eskalasi di kawasan Timur Tengah serta berdampak terhadap stabilitas global. Publik kini menanti bagaimana langkah diplomasi Indonesia ke depan, serta sejauh mana peran yang dapat dimainkan dalam meredakan ketegangan di kawasan tersebut.(Red)
