FGD Arus Mudik–Balik 2026, Polda Sumsel Satukan Kekuatan Lintas Instansi Hadapi Lonjakan Mobilitas
![]() |
| FGD Arus Mudik–Balik 2026, Polda Sumsel Satukan Kekuatan Lintas Instansi Hadapi Lonjakan Mobilitas |
PALEMBANG – detik35. Com - Menghadapi potensi lonjakan arus mudik dan balik tahun 2026, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memperkuat kesiapsiagaan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Lounge Ampera Lantai 7, Rabu (4/2/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Forum strategis ini menjadi wadah koordinasi lintas instansi dalam rangka menyatukan langkah dan persepsi menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat yang diprediksi signifikan pada momentum mudik dan balik mendatang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Sumsel, Karoops Polda Sumsel, Dirlantas Polda Sumsel, serta para Kasat Lantas jajaran.
Tidak hanya melibatkan unsur kepolisian, FGD ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait, antara lain Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumsel, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumsel, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumsel, PT Hutama Karya (Persero), PT Hutama Karya Infrastruktur Palembang–Betung, serta PT Waskita Sriwijaya Tol.
Diskusi difokuskan pada berbagai aspek krusial, mulai dari kesiapan infrastruktur jalan nasional dan tol, manajemen serta rekayasa lalu lintas, kesiapan sarana dan prasarana transportasi, hingga jaminan ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), selama periode arus mudik dan balik.
Dalam forum tersebut, Polda Sumsel menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor agar seluruh potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan keamanan dapat diminimalisir secara optimal.
Selain itu, kesiapan jalur tol dan non-tol, titik rawan kemacetan, lokasi rawan kecelakaan, serta daerah rawan banjir dan genangan juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan. Setiap instansi diminta memetakan tantangan di bidang masing-masing serta menyampaikan langkah mitigasi yang telah disiapkan.
FGD ini juga menjadi sarana penyamaan persepsi terkait pola pengamanan, penempatan personel, serta pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung kelancaran arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik dan balik.
Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel berharap terbangun langkah strategis yang terpadu dan terkoordinasi, sehingga pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif, sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila mengalami kendala di perjalanan. Untuk pelayanan cepat, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 (bebas pulsa) yang siap melayani selama 24 jam.
“Kami siap melayani 24 jam demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Polda Sumsel.(Red)
