BGN Tegaskan Program Makan Bergizi untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Tetap Berjalan Selama Ramadan

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Tetap Berjalan Selama Ramadan

Jakarta — detik35.Com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa program Makan Bergizi (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi kelompok rentan, meskipun terdapat penyesuaian pelaksanaan untuk penerima manfaat di sektor pendidikan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa Ramadan tidak menjadi alasan untuk menghentikan atau mengurangi layanan gizi bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bersifat kontinu dan tidak dapat ditunda, karena berkaitan langsung dengan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

“Untuk Ramadan, program Makan Bergizi tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan,” ujar Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Dadan menjelaskan, secara umum pelaksanaan program MBG selama Ramadan akan disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat. Namun, tidak ada perubahan mekanisme bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Layanan akan tetap diberikan sebagaimana hari-hari biasa, baik dari sisi frekuensi maupun kualitas asupan gizi.

Berbeda halnya dengan penerima manfaat yang berada di sekolah dan pesantren. Untuk kelompok tersebut, BGN akan menerapkan penyesuaian teknis, termasuk waktu distribusi dan bentuk penyajian makanan, agar selaras dengan kegiatan belajar mengajar serta pelaksanaan ibadah puasa.

“Penyesuaian itu sifatnya teknis, bukan pengurangan layanan. Prinsipnya tetap sama, yaitu memastikan asupan gizi terpenuhi,” kata Dadan.

Ia menambahkan, empat mekanisme yang disiapkan BGN selama Ramadan bertujuan agar program MBG tetap efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ibadah masyarakat. Mekanisme tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lapangan di masing-masing daerah.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang difokuskan pada peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan angka stunting, khususnya pada kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pemerintah menilai kesinambungan asupan gizi pada fase awal kehidupan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

BGN menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta mitra pelaksana di lapangan guna memastikan distribusi makanan bergizi tetap berjalan lancar selama Ramadan.

Dengan kebijakan ini, BGN berharap masyarakat tidak khawatir terhadap keberlanjutan program MBG, serta dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa mengabaikan kebutuhan gizi keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.(Red)