Panglima TNI Mutasi 25 Mayjen Jelang Akhir 2025

Panglima TNI Mutasi 25 Mayjen Jelang Akhir 2025

JAKARTA – detik35. Com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan terhadap perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjelang penghujung tahun 2025. Dalam kebijakan tersebut, sebanyak 25 Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dimutasi sebagai bagian dari perombakan struktural organisasi TNI.

Mutasi ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 yang ditandatangani pada 15 Desember 2025. Secara keseluruhan, terdapat 187 Perwira Tinggi (Pati) TNI yang masuk dalam daftar mutasi, rotasi, dan promosi jabatan. Kebijakan tersebut mencakup perwira dari seluruh matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Rincian mutasi menunjukkan bahwa mayoritas perwira berasal dari TNI Angkatan Darat dengan jumlah 109 Pati. Sementara itu, TNI Angkatan Laut menyumbang 36 Pati, dan TNI Angkatan Udara sebanyak 42 Pati. Perubahan jabatan ini mencakup berbagai posisi strategis, baik di lingkungan Markas Besar TNI maupun satuan-satuan kewilayahan dan operasional.

Panglima TNI menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta memperkuat kesiapsiagaan pertahanan negara. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier perwira tinggi agar tetap selaras dengan kebutuhan organisasi dan tantangan strategis yang terus berkembang.

Mutasi yang dilakukan menjelang akhir tahun ini dinilai sebagai langkah penyegaran sekaligus konsolidasi internal TNI dalam menghadapi agenda nasional dan regional ke depan. Dengan penempatan perwira-perwira berpengalaman di berbagai posisi kunci, diharapkan koordinasi antar matra semakin solid serta pelaksanaan tugas pokok TNI dapat berjalan lebih optimal.

Rotasi dan promosi jabatan ini sekaligus mencerminkan komitmen pimpinan TNI dalam menjaga profesionalisme, loyalitas, dan netralitas institusi, seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Ke depan, TNI diharapkan mampu terus meningkatkan kapasitas dan perannya dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara.(Red)