Ketum PWDPI Berbalik Dukung Nisya Usai Terungkap Jadi Korban Penipuan Pramugari
![]() |
| Ketum PWDPI Berbalik Dukung Nisya Usai Terungkap Jadi Korban Penipuan Pramugari |
JAKARTA – detik35. Com. - Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, akhirnya memberikan dukungan penuh kepada Nisya, perempuan yang viral usai menyamar sebagai pramugari di dalam pesawat Batik Air. Dukungan tersebut diberikan setelah terungkap bahwa tindakan Nisya dilatarbelakangi statusnya sebagai korban penipuan seleksi pramugari.
Sebelumnya, Ketum PWDPI sempat melontarkan kritik keras terhadap aksi penyamaran tersebut. Ia menilai tindakan itu tidak bertanggung jawab dan melanggar aturan penerbangan karena berpotensi mengganggu keamanan serta keselamatan penumpang dan awak pesawat.
“Pada awalnya, kami menilai tindakan menyamar di dalam pesawat adalah langkah yang tidak bertanggung jawab dan jelas melanggar peraturan penerbangan yang berlaku,” ujar Nurullah, Selasa (13/1/2026).
Namun, sikap tersebut berubah setelah diketahui bahwa Nisya menjadi korban penipuan oleh oknum seleksi pramugari. Ia disebut telah menghabiskan tabungan hingga Rp30 juta demi mengejar impian menjadi pramugari, yang pada akhirnya mendorongnya melakukan aksi tersebut karena rasa malu kepada keluarga.
“Kita tidak bisa hanya melihat dari sisi tindakannya, tetapi juga harus memahami latar belakang yang menjadi penyebabnya. Nisya adalah korban yang memiliki tekad besar untuk mewujudkan impian dan membanggakan orang tuanya,” kata Nurullah.
Ketum PWDPI juga mengapresiasi langkah Aeronef Academy yang menawarkan beasiswa pendidikan pramugari secara gratis kepada Nisya. Menurutnya, tawaran tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi dan memberi harapan baru bagi masa depan Nisya.
“Kami mendukung penuh tawaran dari Aeronef Academy. Semoga kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin agar impian Nisya dapat benar-benar terwujud melalui jalur pendidikan yang resmi dan profesional,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ketum PWDPI mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik penipuan dalam seleksi kerja, khususnya pada profesi yang banyak diminati seperti pramugari. Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang terlibat dalam praktik penipuan tersebut.(**)
