Jejak Seabad Pabrik Sirup di Kota Lama Surabaya, Warisan Industri yang Masih Bertahan
![]() |
| Jejak Seabad Pabrik Sirup di Kota Lama Surabaya, Warisan Industri yang Masih Bertahan |
Surabaya – ddtik35. Com - Di balik bangunan-bangunan tua yang berjejer rapi di kawasan bersejarah Kota Lama Surabaya, tersimpan kisah panjang tentang perjalanan industri minuman di Indonesia. Salah satu saksi bisu sejarah tersebut adalah sebuah pabrik sirup legendaris yang hingga kini masih beroperasi, meski usianya telah melampaui satu abad.
Pabrik yang berdiri di kawasan Jalan Mliwis, tidak jauh dari Jalan Gelatik, menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut sejarah Kota Pahlawan. Berdiri sejak tahun 1923, pabrik ini didirikan oleh dua pengusaha asal Belanda, J.C. van Drongelen dan Hellfach, yang dikenal sebagai pelopor industri sirup di Hindia Belanda kala itu.
Pada masa awal pendiriannya, pabrik tersebut memproduksi sirup dan limun sebagai minuman penyegar yang populer di kalangan masyarakat Eropa maupun pribumi. Dari sinilah kemudian muncul sebutan Pabrik Siropen atau Sirup Siropen Telasih, nama yang hingga kini masih lekat di ingatan warga Surabaya dan menjadi ikon kuliner klasik kota ini.
Keberadaan pabrik tersebut bukan sekadar tentang produksi minuman, melainkan juga mencerminkan geliat ekonomi dan perkembangan industri di Surabaya pada awal abad ke-20. Sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan, Surabaya menjadi lokasi strategis bagi tumbuhnya industri manufaktur, termasuk industri minuman yang kala itu masih sangat terbatas jumlahnya.
Menariknya, sejarah pabrik ini juga tercermin dari nama jalan tempatnya berdiri. Pada era kolonial Belanda, Jalan Mliwis dikenal dengan nama Stroopenstraat. Dalam bahasa Belanda, stroopen berarti sirup, sedangkan straat berarti jalan. Penamaan tersebut menunjukkan kuatnya identitas kawasan ini sebagai sentra produksi sirup pada masanya.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, pabrik tersebut tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pergantian kekuasaan, masa kemerdekaan, hingga modernisasi industri. Di tengah gempuran produk minuman modern dan pabrikan berskala besar, pabrik sirup bersejarah ini memilih bertahan dengan mempertahankan resep tradisional serta metode produksi yang diwariskan secara turun-temurun.
Kini, pabrik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi simbol ketahanan industri lokal dan warisan budaya Surabaya. Bangunannya yang masih mempertahankan arsitektur lama menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pecinta sejarah yang ingin melihat langsung jejak industri kolonial yang masih hidup.
Bagi masyarakat Surabaya, keberadaan pabrik sirup berusia seabad ini adalah pengingat bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di museum, tetapi juga hadir dalam aktivitas sehari-hari. Setiap botol sirup yang dihasilkan membawa cerita tentang masa lalu, tentang kerja keras para pendiri, dan tentang kota yang terus tumbuh tanpa melupakan akarnya.
Di tengah upaya pelestarian kawasan Kota Lama Surabaya, pabrik sirup ini menjadi contoh nyata bagaimana warisan sejarah dapat terus berfungsi dan memberi nilai ekonomi sekaligus edukasi. Sebuah bukti bahwa industri lama, jika dirawat dan dikelola dengan baik, mampu bertahan dan tetap relevan lintas generasi.(Red)
