Isu Aksi LSM Picu Sweeping Pekerja Rokok, Ketegangan Sempat Mewarnai Arek Lancor Pamekasan

Isu Aksi LSM Picu Sweeping Pekerja Rokok, Ketegangan Sempat Mewarnai Arek Lancor Pamekasan


PAMEKASAN – detik35. Com - Isu rencana unjuk rasa ke gudang rokok memicu ketegangan di jantung Kota Pamekasan, Jawa Timur. Sekitar 600 orang yang diduga merupakan pekerja salah satu pabrik rokok lokal melakukan aksi sweeping di kawasan Monumen Arek Lancor, Selasa (27/1/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mencari oknum LSM yang disebut-sebut akan menggelar demonstrasi ke gudang rokok di Jalan Jokotole.

Ratusan massa bergerak dari sejumlah titik dengan berjalan kaki menuju pusat kota sambil membawa pentungan kayu. Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana aksi yang dinilai dapat mengganggu aktivitas produksi dan mengancam mata pencaharian para pekerja rokok.

Setibanya di kawasan Monumen Arek Lancor—ikon perjuangan masyarakat Pamekasan—situasi sempat memanas. Massa hampir terlibat bentrok dengan kelompok pendemo lain yang kebetulan berada di lokasi. Sebuah mobil pikap yang membawa peralatan sound system bahkan sempat digedor karena disangka hendak menuju gudang rokok.

Namun, ketegangan itu mereda setelah salah satu peserta aksi dari kelompok tersebut menegaskan bahwa mereka tidak berkaitan dengan rencana demonstrasi ke pabrik rokok.

“Bukan saya, bukan saya. Ini kita mau ke Bappeda,” ujar salah seorang pendemo saat dihadang massa pekerja.

Koordinator lapangan aksi sweeping, Junaidi, segera mengambil alih situasi dan menenangkan massa agar tidak terjadi bentrok terbuka.

“Bukan-bukan itu, balik-balik ayo. Bukan itu LSM-nya,” teriak Junaidi kepada massa.

Setelah dipastikan tidak ada kaitan antara kelompok tersebut dengan isu aksi ke gudang rokok, situasi di sekitar Monumen Arek Lancor kembali kondusif. Massa pekerja kemudian melanjutkan sweeping dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama di pusat kota, di antaranya Jalan Agus Salim, Jalan Kolpajung, hingga Jalan Stadion. Aksi tersebut bahkan disiarkan secara langsung oleh beberapa peserta melalui media sosial.

Salah seorang perwakilan massa, Bintang, menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk kekhawatiran atas keberlangsungan pekerjaan ribuan buruh rokok di Pamekasan.

“Kami begini bukan apa-apa. Kami tidak mau ada segelintir lembaga yang mengganggu. Kalau mau membantu masyarakat, sediakan lapangan pekerjaan, bukan mengganggu. Di sini masyarakat bisa bekerja tanpa ijazah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas kerja di gudang rokok sempat diliburkan akibat beredarnya isu rencana aksi demonstrasi tersebut.

“Sementara kita libur menyambut aksi tamu dari lembaga itu, tapi tamunya tidak ketemu,” tambahnya.

Setelah melakukan penyisiran dan tidak menemukan oknum LSM yang dimaksud, massa akhirnya kembali dan bersiaga di sekitar gudang pabrik rokok di Jalan Jokotole. Hingga sore hari, kondisi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan berangsur normal, meski aparat kepolisian tetap meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Peristiwa ini kembali menegaskan besarnya ketergantungan ekonomi masyarakat Pamekasan terhadap industri rokok, sekaligus menunjukkan tingginya sensitivitas sosial apabila sektor tersebut dianggap terancam. Jika Anda ingin, saya bisa menyesuaikan gaya bahasa agar lebih tajam ala breaking news, lebih netral versi straight news, atau lebih human interest.(Red)