BGN Keluarkan Kartu Merah: Dapur MBG Tolak Produk Lokal Terancam Disanksi
![]() |
| BGN Keluarkan Kartu Merah: Dapur MBG Tolak Produk Lokal Terancam Disanksi |
Jakarta,detik35.Com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan peringatan keras berupa “kartu merah” kepada pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti menyimpang dari tujuan utama program. Sanksi ini ditujukan khusus kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan menolak pasokan bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa BGN tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap mitra pelaksana yang melanggar ketentuan. Bentuk sanksi yang disiapkan mulai dari peringatan keras, suspensi operasional, hingga pemberhentian kerja sama apabila pelanggaran dilakukan secara berulang dan disengaja.
“Program MBG ini bukan sekadar kegiatan dapur dan distribusi makanan. Ini adalah program strategis nasional yang membawa misi kemanusiaan sekaligus ekonomi kerakyatan. Kalau ada yang melenceng, tentu akan kami tindak,” tegas Nanik.
BGN menekankan bahwa seluruh SPPG wajib menyerap produk pangan lokal yang tersedia di wilayah masing-masing. Pengelola dapur dilarang menutup diri dan hanya bergantung pada pemasok besar atau produk pabrikan, sementara hasil bumi masyarakat sekitar justru diabaikan.
Selain itu, BGN mengingatkan agar pengelola dapur tidak menjadikan program MBG semata-mata sebagai ladang bisnis. Menurut Nanik, orientasi keuntungan pribadi bertentangan dengan semangat dasar MBG yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat kecil.
“Laksanakan program MBG dengan nurani, jangan hanya business oriented. Negara hadir untuk rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir pihak,” ujarnya.
Dalam peringatan tersebut, BGN juga menyoroti pentingnya pembinaan terhadap petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal. Alih-alih mempersulit mereka dengan persyaratan administrasi yang rumit, dapur MBG justru diminta aktif melakukan pendampingan agar kualitas dan kontinuitas pasokan pangan lokal dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Langkah tegas BGN ini diambil untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis, sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan asupan gizi anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kecil di desa-desa dan daerah pesisir.
BGN berharap peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh mitra pelaksana MBG agar menjalankan program secara jujur, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat, sehingga tujuan besar negara dalam membangun generasi sehat dan ekonomi yang inklusif dapat tercapai.(Red)
