Teguran soal Musik Keras Berujung Penikaman, Polisi Tangkap Pria 20 Tahun di Jambi

Teguran soal Musik Keras Berujung Penikaman, Polisi Tangkap Pria 20 Tahun di Jambi

Jambi – detik35. Com - Aksi kekerasan kembali terjadi di Kota Jambi. Seorang pria berinisial Adam (20) ditangkap aparat kepolisian setelah nekat menikam temannya sendiri, Oksya Putra Pradana (24). Peristiwa penikaman ini dipicu persoalan sepele, yakni pelaku tidak terima ditegur korban karena memutar musik dengan volume keras.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Penyengat, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat kejadian, korban dan pelaku diketahui tengah berkumpul bersama sejumlah teman lainnya.

Kapolsek Jelutung, Choiril Umam, menjelaskan bahwa awalnya korban menegur pelaku agar mengecilkan volume musik yang dinilai terlalu keras dan mengganggu lingkungan sekitar. Teguran tersebut justru memicu emosi pelaku.

“Pelaku merasa tidak terima ditegur. Terjadi adu mulut, hingga akhirnya pelaku mengambil senjata tajam dan menikam korban,” jelas Kapolsek Jelutung.

Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Jelutung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan. Tidak berselang lama, pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti senjata tajam yang digunakan dalam aksi penikaman.

Saat ini, Adam telah ditahan di Mapolsek Jelutung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menahan emosi dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang damai. Polisi juga mengimbau agar warga menjaga ketertiban lingkungan, termasuk tidak memutar musik dengan volume berlebihan yang dapat memicu konflik dan mengganggu ketenangan masyarakat.(fahri)