Notification

×

Iklan

 


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PT. BESTI Diduga Beli Cangkang Dari Supplayer Nakal dan Buangan Supir Truk

| August 18, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-18T16:17:53Z

  



Siak, Detik35.Com - Perusahaan Cangkang Sawit PT. BESTI yang Stockpile (Persediaan) berada pada Kawasan Pelabuhan PELINDO Regional 1 Terminal Peti Kemas Perawang, melakukan penampungan dan membeli cangkang sawit dari Supplayer nakal. Diduga cangkang tersebut berasal dari hasil penggelapan dan buangan supir truk pengangkut yang nakal.

PT. BESTI merupakan perusahan baru, yang bergerak di bidang Percangkangan Kelapa Sawit milik dua Pengusaha Cangkang Sawit bernama Indra Chan dan Vinxen selaku Komisarisnya pada Perusahaan tersebut.

Dari hasil investigasi dan pemantauan langsung di lapangan oleh team LSM Forkorindo Kabupaten Siak, beserta beberapa awak media yang tergabung pada Aliansi Berkarya Media Cetak dan Online dan awak media lainnya, bahwa diduga keras telah terjadi permainan jual beli cangkang hasil penggelapan atau buangan supir truk nakal, juga diduga dikendalikan melalui Supplayer yang mendapatkan kontrak kerjasama dengan PT. BESTI

Mirisnya, berdasarkan pengakuan para supir Truck Cangkang dan hasil investigasi di lapangan, bahwa cangkang yang mereka bawa dimuat dan berasal dari berbagai lokasi yang tidak resmi bukan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) atau lebih pas disebut dengan Mafia Cangkang Sawit seperti lokasi - lokasi dari Lipat Kain, lokasi Pasir Putih, lokasi Tapahan dan lain-lainnya. Bahkan ada yang menyebut cangkang yang mereka bawa berasal dari Mafia juga.

"Barang dari lokasi Tapahan bang," ucap salah seorang supir Truk Pengangkut Cangkang saat dihubungi di lokasi PT. BESTI 

"Ini barang (Cangkang) dari Mafia, Pasir Putih (Pendi), " ucap supir truk pengangkut lainnya juga saat truk tersebut di lokasi PT. BESTI Perawang Kawasan Pelabuhan Pelindo

Sementara itu, salah seorang selaku pengurus PT. BESTI di lapangan, bernama Sandro ketika ditemui team LSM Forkorindo Kabupaten Siak pada Jum'at (18/08/2023), bersama beberapa awak media di kawasan Pelabuhan Pelindo Perawang mengatakan, dan mengakui bahwa saat ini mereka menahan sekitar 14 Truk Pengangkut Cangkang, dengan keperluan untuk tidak dilakukan pembongkaran karena kadar air cangkang terlalu tinggi dan itu adalah prosedur dari perusahaannya.

Kemudian ketika ditanya terkait adanya pembelian cangkang yang berasal dari Mafia, atau cangkang yang tidak berasal dari Pabrik Kelapa Sawit resmi atau cangkang yang mereka tampung dari yang diduga mafia.

Penggelapan cangkang maupun buangan cangkang para supir truk, salah seorang pegawai PT. BESTI tersebut tidak ambil pusing terkait hal itu dan mengatakan, bahwa itu urusan perusahaan yang mereka kontrak atau Supplayer. Seolah-olah perusahaannya (PT. BESTI) melegalkan aktivitas tersebut.

"Kami kontrak dengan pihak perusahaan (Supplayer), terserah dia, mau barang (cangkang) dari pabrik mana, jadi kalau masalah tersebut ditanyalah dengan perusahaan tersebut," ucapnya selaku pegawai yang bertanggung-jawab terkait urusan cangkang di PT. BESTI tersebut.

Lanjutnya lagi, bahwa bisa-bisa saja cangkang dari manapun tapi tidak bisa langsung, harus melalui perusahaan kontrak Supplayer, tutupnya saat ditanya awak media di Kawasan Pelabuhan Pelindo

Sementara itu, Ketua LSM Forkorindo Kabupaten Siak yang ikut ke lapangan melakukan investigasi terkait adanya dugaan permainan para Mafia Cangkang Sawit tersebut, akan melakukan kajian mendalam serta pengumpulan bukti-bukti lainnya dan mengatakan, sah-sah saja, akan mengambil sikap seperti akan mengkonsultasikan ke pihak hukum terkait permasalahan Mafia Cangkang tersebut, bahkan sampai melaporkan secara resmi ke pihak berwenang dan pihak terkait lainnya, ujarnya.

"Terkait maraknya mafia cangkang tersebut, kami akan melakukan kajian secara mendalam serta akan mengumpulkan bukti-bukti yang valid terkait itu, dan sah-sah saja akan mengambil sikap misalnya, akan melaporkan ke pihak penegak hukum atau instansi terkait permasalahan tersebut," tegas Syahnurdin. (Muhammad. M)

×
Berita Terbaru Update