BPOM Siapkan Sistem Grade SPPG, Keamanan MBG Jadi Sorotan
![]() |
| BPOM Siapkan Sistem Grade SPPG, Keamanan MBG Jadi Sorotan |
JAKARTA – detik35. Com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyiapkan sistem penilaian dan pemeringkatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan tersebut menjadi perhatian di tengah munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG di beberapa daerah.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan penguatan pengawasan akan dilakukan melalui tiga langkah utama, yakni memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), meningkatkan mitigasi risiko keracunan pangan, serta memastikan makanan yang disediakan memenuhi aspek keamanan dan kualitas.
Menurut Taruna, koordinasi antara BPOM dan BGN dilakukan secara intensif untuk memastikan pengawasan program MBG berjalan dari hulu hingga hilir.
Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap makanan yang telah siap disajikan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di daerah akan turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap operasional SPPG, mulai dari produk pangan, proses pengolahan, penyiapan, distribusi hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat.
Langkah tersebut dinilai penting karena keamanan pangan menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan program MBG. Program yang menyasar masyarakat dalam jumlah besar membutuhkan standar pengolahan dan distribusi makanan yang konsisten agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.
BPOM juga menyiapkan mekanisme penilaian terhadap SPPG yang saat ini beroperasi. Dari sekitar 27.000 SPPG aktif, setiap unit akan dinilai berdasarkan standar yang ditetapkan.
Hasil penilaian nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi SPPG yang telah memenuhi standar sekaligus memberikan apresiasi kepada unit dengan kinerja terbaik.
Sebaliknya, SPPG yang belum memenuhi ketentuan akan mendapatkan rekomendasi perbaikan. Dengan demikian, sistem penilaian tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Taruna memastikan SPPG nantinya akan memiliki tingkatan atau kategori berdasarkan hasil penilaian tersebut.
“Ada, ada grade-grade,” kata Taruna saat menjelaskan rencana pemeringkatan SPPG.
Skema tersebut diharapkan mampu mendorong setiap pengelola SPPG untuk meningkatkan standar keamanan pangan secara berkelanjutan.
Penguatan pengawasan menjadi semakin penting mengingat MBG merupakan program berskala nasional yang menyentuh masyarakat dalam jumlah besar. Karena itu, kualitas makanan, proses pengolahan dan distribusi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan program.
BPOM menegaskan pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan jajaran di daerah, sehingga persoalan keamanan pangan dapat diantisipasi sejak tahap awal, bukan hanya setelah terjadi masalah.(Red)
