Anwar Ibrahim Hubungi Prabowo, Indonesia Diminta Segera Tangani Kabut Asap Lintas Negara

Anwar Ibrahim Hubungi Prabowo, Indonesia Diminta Segera Tangani Kabut Asap Lintas Negara


JAKARTA, DETIK35.COM – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas penanganan kabut asap yang semakin mengkhawatirkan di Malaysia. Dalam komunikasi tersebut, Prabowo disebut menyetujui langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi persoalan kabut asap yang berdampak lintas negara.

Dalam laporan BeritaSatu.com pada Sabtu (10/10/2026), Anwar menyampaikan bahwa indeks pencemaran udara atau Air Pollution Index (API) di sejumlah wilayah Malaysia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Pemerintah Malaysia pun meminta tindakan efektif untuk menangani sumber pencemaran tersebut.

Anwar menegaskan bahwa komitmen yang telah disepakati melalui komunikasi dengan Prabowo perlu segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata. Malaysia, kata dia, juga siap bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya mengatasi kabut asap.

Selain komunikasi antara kedua pemimpin negara, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dan Menteri Sumber Daya Alam serta Kelestarian Lingkungan Arthur Joseph Kurup disebut telah menghubungi mitra mereka di Indonesia untuk membahas persoalan tersebut.

Pemerintah Malaysia juga mempertimbangkan untuk kembali menggelar pertemuan dengan para menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN. Anwar telah meminta menteri luar negeri menghubungi Sekretariat ASEAN terkait rencana pembahasan tersebut.

Di dalam negeri, Malaysia terus berupaya mengurangi dampak kabut asap, termasuk melalui operasi penyemaian awan atau cloud seeding. Operasi tersebut dilakukan hampir setiap hari bersama Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) dan sejumlah lembaga terkait.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, kondisi kabut asap masih menjadi perhatian pemerintah Malaysia.

Persoalan ini kembali menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam mengatasi pencemaran udara lintas batas. Koordinasi antara Indonesia, Malaysia, dan negara-negara ASEAN diperlukan untuk menangani sumber kabut asap sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Ke depan, tindak lanjut konkret dari komunikasi kedua pemimpin negara menjadi salah satu hal penting yang dinantikan dalam upaya mengendalikan kabut asap di kawasan Asia Tenggara.(Red)