13 Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit
![]() |
| 13 Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit |
ASAHAN – detik35. Com - Sebanyak 13 siswa MTs Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keluhan mual, pusing, dan muntah-muntah usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Para siswa menerima makanan MBG sekitar pukul 12.00 WIB di lingkungan sekolah. Makanan tersebut kemudian langsung dikonsumsi para pelajar.
Tidak lama setelah menyantap makanan, sejumlah siswa mulai mengalami gangguan kesehatan berupa mual, pusing hingga muntah-muntah. Pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan membawa para siswa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Guru Tata Usaha MTs Negeri 2 Kisaran, Rahmad Setiadi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, para siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah.
“Benar, para siswa langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Dugaan kami semua siswa terjadi setelah memakan MBG di sekolah,” kata Rahmad, Senin (14/9/2026).
Adapun menu MBG yang dikonsumsi siswa disebut terdiri dari ayam rendang, sayur acar dan buah. Pihak sekolah menduga salah satu menu tersebut, khususnya ayam rendang, sudah tidak layak konsumsi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan para siswa.
Sementara itu, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kisaran, Eka Wilda Sari, mengatakan pihaknya telah memberikan penanganan terhadap para siswa yang datang dengan dugaan keracunan.
Menurut Eka, seluruh siswa telah mendapatkan pertolongan medis dan masih menjalani perawatan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
“Semua siswa sudah mendapat pertolongan cepat di rumah sakit. Benar, mereka diduga keracunan dari MBG yang dikonsumsi di sekolah. Saat ini masih dirawat di rumah sakit untuk melihat kondisi selanjutnya,” ujar Eka.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada 13 siswa tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut benar berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya memastikan keamanan, kualitas, serta kelayakan makanan sebelum didistribusikan dan dikonsumsi para penerima program MBG.(Red/Asrin Marbun)
