Mahasiswa KKN Kelompok 58 Gelar EcoDESA, Edukasi Ibu-Ibu Kelola Sampah Rumah Tangga
![]() |
| Mahasiswa KKN Kelompok 58 Gelar EcoDESA, Edukasi Ibu-Ibu Kelola Sampah Rumah Tangga |
Malang, detik35. Com. — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 58 menggelar kegiatan EcoDESA bersama ibu-ibu setempat pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Program EcoDESA merupakan bentuk pengabdian mahasiswa KKN yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah, mengolah, dan memanfaatkan limbah rumah tangga. Melalui kegiatan ini, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan sejumlah metode sederhana pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Salah satunya adalah pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur, serta pemanfaatan sampah organik kering menjadi produk alternatif yang dapat digunakan kembali.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif dan praktis. Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga diajak mengikuti praktik secara langsung menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga.
Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 58, Mutia Hidayah (NIM 2023201028) dari Universitas Muhammadiyah Ogan Komering Ulu Timur (UM OKUT), mengatakan bahwa EcoDESA tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi juga bisa menjadi langkah kecil yang terus dilakukan oleh masyarakat di rumah. Karena pengelolaan sampah sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu memilah sampah dan memanfaatkan kembali sesuatu yang masih bisa digunakan,” ujar Mutia.
Menurutnya, meskipun sebagian peserta telah memiliki pengetahuan mengenai pengolahan sampah organik, kegiatan tersebut tetap penting sebagai sarana penyegaran sekaligus pendalaman materi.
Mahasiswa KKN juga mengajak peserta mempraktikkan langsung metode pengolahan sampah sehingga pengetahuan yang telah dimiliki dapat semakin diperkuat dan diterapkan secara konsisten.
Mutia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pengelolaan lingkungan.
“Kami juga belajar bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Mahasiswa hanya menjadi penggerak dan memberikan contoh, sedangkan keberlanjutannya tentu membutuhkan peran serta masyarakat. Semoga setelah kegiatan ini, kebiasaan memilah dan mengolah sampah bisa terus dilanjutkan,” tambahnya.
Kegiatan EcoDESA menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN Kelompok 58 untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Edukasi yang dipadukan dengan praktik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, EcoDESA diharapkan tidak berhenti sebagai program selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah rumah tangga, serta mengubah limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Penulis: Mutia Hidayah
