Kebakaran Bromo Diduga Dipicu Api Unggun, 176 Hektare Lahan TNBTS Terbakar
![]() |
| Kebakaran Bromo Diduga Dipicu Api Unggun, 176 Hektare Lahan TNBTS Terbakar |
Malang – detik35. Com. - Kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diduga dipicu oleh api unggun yang dinyalakan di jalur tradisional penghubung Desa Arjasari dan Ranu Pane. Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan titik awal api berada di puncak tebing yang kerap dilalui masyarakat.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penyebab sementara mengarah pada faktor manusia, bukan akibat fenomena alam. Api diduga berasal dari unggun yang digunakan untuk menghangatkan badan di tengah suhu dingin pegunungan, namun tidak dipadamkan secara sempurna sehingga menyulut vegetasi kering yang diperparah oleh angin kencang selama musim kemarau.
Meski demikian, pihak pengelola TNBTS menegaskan belum ada kesimpulan final terkait penyebab kebakaran maupun unsur kesengajaan. Fokus utama saat ini masih diarahkan pada upaya pemadaman dan pengendalian api, sedangkan penyelidikan akan dilakukan setelah situasi dinyatakan aman.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) telah menghanguskan sekitar 176 hektare lahan. Dampaknya juga mulai dirasakan sektor pariwisata, dengan penurunan kunjungan wisatawan sekitar 25 persen akibat pembatalan sejumlah reservasi penginapan. Meski demikian, akses menuju kawasan Bromo melalui jalur Pasuruan dan Cemoro Lawang masih dibuka, sementara jalur dari Kabupaten Malang masih ditutup karena digunakan sebagai jalur operasi pemadaman.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar TNBTS mengerahkan berbagai unsur penanganan, mulai dari TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga dukungan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing dan drone pemantau. BNPB juga dijadwalkan menambah satu helikopter water bombing guna mempercepat penanganan tiga titik api yang masih aktif.
Pemerintah berharap proses pemadaman dapat segera diselesaikan apabila kondisi cuaca mendukung, sehingga dampak terhadap ekosistem, satwa liar, dan aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo tidak semakin meluas. (Red) .
