Trump Nyatakan Kesepakatan Damai dengan Iran Berakhir, Ketegangan Kembali Memanas

Trump Nyatakan Kesepakatan Damai dengan Iran Berakhir, Ketegangan Kembali Memanas


ANKARA – detik35. Com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran menyusul serangkaian insiden di kawasan Selat Hormuz.

Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026), Trump menegaskan dirinya tidak lagi melihat adanya prospek keberlanjutan upaya damai dengan Iran. Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Iran dan menyatakan tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan negara tersebut.

Menurut Trump, meningkatnya ketegangan dipicu oleh serangan rudal yang disebut menyasar kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran tidak dapat dipercaya dalam menjalankan komitmen perdamaian yang telah dibangun sebelumnya.

Presiden AS itu juga mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan balasan sebagai respons atas aksi yang dituding dilakukan Iran. Namun, ia tidak merinci sasaran maupun dampak dari operasi militer tersebut.

Selain menegaskan berakhirnya kesepakatan damai, Trump kembali menyampaikan sikap tegas pemerintah Amerika Serikat yang tetap menginginkan denuklirisasi total Iran. Menurutnya, Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena dinilai dapat mengancam stabilitas kawasan maupun keamanan internasional.

Trump juga menyampaikan bahwa berbagai upaya diplomasi yang selama ini dilakukan, termasuk melalui tim negosiator Amerika Serikat, tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Ia menilai proses perundingan hanya membuang waktu karena tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Meski demikian, Trump mengatakan Iran masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangannya. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya pesimistis pembicaraan lanjutan akan menghasilkan kesepakatan baru.

Pernyataan tersebut diperkirakan semakin memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa pekan terakhir kembali memanas. Situasi ini juga menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah, jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, serta pasar energi global.(Red)