Realisasi Belanja APBD DKI Jakarta Semester I 2026 Capai Rp24,73 Triliun, Pemprov Percepat Program Prioritas
![]() |
| Realisasi Belanja APBD DKI Jakarta Semester I 2026 Capai Rp24,73 Triliun, Pemprov Percepat Program Prioritas |
JAKARTA – detik35. Com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga Triwulan II atau Semester I Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp24,73 triliun, setara dengan 33 persen dari total pagu belanja daerah sebesar Rp74,28 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, hingga 30 Juni 2026 pendapatan daerah telah terealisasi sebesar Rp29,29 triliun atau sekitar 40 persen dari target APBD yang ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target, sedangkan pengeluaran pembiayaan tercatat Rp574,9 miliar.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus mempercepat penyelesaian berbagai paket pengadaan agar manfaat belanja pemerintah dapat segera dirasakan masyarakat. Hingga pertengahan tahun, sebanyak 118.161 paket pengadaan telah berhasil diselesaikan.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar tidak menunda pelaksanaan program hingga akhir tahun anggaran. Menurutnya, percepatan realisasi belanja menjadi kunci agar pembangunan berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata, menyebut realisasi belanja daerah pada Triwulan II 2026 mencapai 33,30 persen, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 30,9 persen.
Meski menghadapi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai langkah penyesuaian melalui refocusing, shifting, dan efisiensi anggaran. Hasil efisiensi tersebut menghasilkan sekitar Rp906 miliar yang akan dialihkan pada APBD Perubahan untuk belanja yang dinilai lebih efektif dan produktif.
Selain itu, pemerintah daerah memprioritaskan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur, seperti normalisasi Kali Ciliwung, pembebasan lahan waduk, pembangunan rumah susun, revitalisasi kawasan permukiman, hingga pembangunan embung dan sarana penampung air.
Dengan percepatan realisasi anggaran tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.(Red)
