Purbaya: Rating S&P Tetap Stabil, Bukti Kepercayaan Global terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia

Purbaya: Rating S&P Tetap Stabil, Bukti Kepercayaan Global terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia


JAKARTA – detik35. Com. - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia merupakan bukti bahwa kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah masih berada di jalur yang tepat serta tetap mendapat kepercayaan dari dunia internasional.

S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada level BBB dan peringkat jangka pendek A-2 dengan outlook stabil. Status tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori investment grade atau layak investasi, sekaligus menunjukkan belum adanya indikasi penurunan peringkat dalam waktu dekat.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-25 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2026, Selasa (14/7/2026), Purbaya menyebut keputusan tersebut sebagai kabar baik bagi perekonomian nasional. Menurutnya, penilaian S&P mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat internasional terhadap arah kebijakan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa keputusan S&P sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kondisi fiskal Indonesia. Menurut Purbaya, lembaga pemeringkat yang independen tetap memberikan penilaian positif terhadap kebijakan ekonomi pemerintah setelah melakukan evaluasi secara objektif.

Purbaya juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan DPR RI dalam menyusun berbagai kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta tetap berlandaskan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi salah satu faktor yang menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor global.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pengelolaan fiskal, serta meningkatkan kepercayaan investor melalui kebijakan yang berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Purbaya menepis anggapan bahwa Indonesia sedang menuju kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan. Ia optimistis berbagai indikator, termasuk penilaian S&P, menunjukkan arah pembangunan nasional tetap positif.

"Indonesia tidak menuju Indonesia cemas, tetapi menuju Indonesia Emas," tegas Purbaya.(Red)