Menhan Israel Tegaskan Pasukan Tetap Bertahan di Lebanon, Tolak Seruan Penarikan dari Trump
![]() |
| Menhan Israel Tegaskan Pasukan Tetap Bertahan di Lebanon, Tolak Seruan Penarikan dari Trump |
TEL AVIV – detik35. Com - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan negaranya tidak membutuhkan persetujuan dari pihak mana pun untuk mempertahankan keberadaan pasukan militernya di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengisyaratkan Israel sebaiknya menarik pasukannya dari wilayah Lebanon sesuai kerangka kesepakatan yang telah dicapai.
Dalam keterangannya yang dikutip dari media Israel pada Kamis (9/7/2026), Katz menegaskan bahwa Israel akan tetap mempertahankan pasukan di zona keamanan di Lebanon hingga seluruh tujuan militernya dinyatakan tercapai.
"Kami tidak meminta izin kepada siapa pun untuk memasuki Lebanon, dan kami juga tidak memerlukan izin untuk tetap berada di Lebanon," tegas Katz.
Ia menambahkan, pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan terus melanjutkan operasi militer di zona keamanan tersebut selama masih diperlukan, termasuk hingga kelompok Hizbullah dilucuti dari persenjataannya.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa berdasarkan pembicaraannya dengan Netanyahu, Israel disebut memiliki keinginan untuk menarik pasukan dari Lebanon. Trump juga menyebut hubungan antara Israel dan Lebanon mulai menunjukkan perkembangan positif setelah tercapainya kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat.
Pada 26 Juni 2026, Israel dan Lebanon diketahui menandatangani perjanjian kerangka kerja yang mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon. Implementasi awal kesepakatan tersebut dilakukan melalui dua zona percontohan sebelum diperluas ke wilayah lainnya.
Di sisi lain, pemerintah Israel memastikan proses diplomasi tetap berjalan. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, sebelumnya mengumumkan bahwa putaran lanjutan perundingan antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Roma, Italia, pada 14–15 Juli 2026.
Perbedaan pernyataan antara Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Israel mencerminkan masih adanya dinamika terkait implementasi kesepakatan serta masa depan kehadiran militer Israel di Lebanon. Hingga kini, situasi keamanan di kawasan perbatasan kedua negara masih menjadi perhatian masyarakat internasional.(Red)
