Diduga Akibat Bakar Sampah, Tiga Ruang Kelas SMPN 2 Bunga Mayang OKU Timur Ludes Terbakar
![]() |
| Diduga Akibat Bakar Sampah, Tiga Ruang Kelas SMPN 2 Bunga Mayang OKU Timur Ludes Terbakar |
OKU Timur – detik35. Com - Kebakaran melanda SMP Negeri 2 Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan tiga ruang kelas dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten OKU Timur, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh api dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet hingga membakar bangunan sekolah.
Menerima laporan dari masyarakat, Posko Damkar Martapura langsung mengerahkan personel menuju lokasi yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Posko 1 Martapura. Sebanyak 16 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman yang dipimpin Danpos Misjoni bersama Danru Dita Anggriawan.
Petugas berjibaku memadamkan api dan melakukan upaya penyekatan agar kobaran tidak menjalar ke bangunan sekolah lainnya. Berkat respons cepat petugas, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten OKU Timur, Harlius, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi kebakaran.
"Begitu menerima informasi, personel langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas ke bangunan lain. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Harlius.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga berasal dari api pembakaran sampah. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut bersama pihak terkait.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama pada musim kemarau karena api sangat mudah merambat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Edi Subandi, S.T., M.M., membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, Dinas Pendidikan masih menunggu laporan lengkap dari pihak sekolah mengenai kronologi kejadian. Meski demikian, pihaknya segera melakukan koordinasi untuk mendata kerusakan dan memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.
"Prioritas kami saat ini adalah melakukan pendataan kerusakan serta berkoordinasi dengan pihak sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung. Untuk penyebab pasti maupun kronologi lengkapnya masih menunggu laporan resmi dari kepala sekolah," kata Edi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan pembakaran sampah guna mencegah terjadinya kebakaran serupa, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.(Red)
