Han Seong-sook Berpeluang Jadi PM Perempuan Kedua Korea Selatan
![]() |
| Han Seong-sook Berpeluang Jadi PM Perempuan Kedua Korea Selatan |
SEOUL – detik35. Com -;Presiden Korea Selatan resmi menominasikan sebagai calon perdana menteri dalam pemerintahan barunya. Jika mendapatkan persetujuan parlemen, Han akan menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam hampir dua dekade terakhir dan perempuan kedua dalam sejarah Korea Selatan yang menduduki jabatan tersebut.
Pengumuman pencalonan Han Seong-sook disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik di Seoul, Minggu (7/6/2026). Pemerintah menilai Han memiliki kapasitas kuat untuk memimpin transformasi kecerdasan buatan (AI) dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang lebih inklusif.
Han dikenal luas sebagai mantan CEO , salah satu perusahaan teknologi terbesar di Korea Selatan. Selain berkarier di sektor swasta, ia juga pernah menjabat sebagai menteri yang membidangi usaha kecil, menengah, dan startup.
Menurut pemerintah Korea Selatan, pengalaman Han di sektor teknologi dinilai relevan dengan agenda pemerintahan Lee Jae Myung yang berfokus pada transformasi digital dan penguatan daya saing nasional di bidang kecerdasan buatan. Rekam jejaknya dalam mendorong inovasi dan pengembangan ekosistem startup menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pencalonan tersebut.
Selama menjabat sebagai menteri, Han disebut berhasil mendorong peningkatan ekspor usaha kecil dan menengah serta memperkuat ekosistem startup nasional. Pendekatan yang mengutamakan hasil nyata, kecepatan kerja, dan keterlibatan langsung dengan pelaku usaha menjadi nilai tambah yang diapresiasi pemerintah.
Pemerintahan Lee Jae Myung berharap pengalaman Han di sektor teknologi dan pemerintahan dapat membantu memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah serta pemilik usaha mandiri.
Apabila disetujui oleh Majelis Nasional, Han Seong-sook akan mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Korea Selatan sejak masa jabatan pada 2006. Pencalonan ini juga dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat representasi perempuan pada posisi strategis pemerintahan Korea Selatan.(Red)
