DPR Kumpulkan BI dan Pemerintah, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah

DPR Kumpulkan BI dan Pemerintah, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah


Jakarta,detik35.Com.- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar pertemuan dengan otoritas moneter dan pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), guna mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional sekaligus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, pertemuan dilakukan untuk membangun koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah, otoritas moneter, dan lembaga fiskal dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini telah berjalan baik. Namun, penguatan sinergi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Perry mengungkapkan terdapat dua fokus utama dalam koordinasi tersebut. Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil investasi agar aliran modal asing kembali masuk ke pasar domestik dan mendukung penguatan rupiah. Kedua, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat dan stabil. Ia optimistis koordinasi yang semakin erat antara pemerintah dan Bank Indonesia akan menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, keselarasan kebijakan fiskal dan moneter diyakini mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia sehingga dapat memberikan dukungan positif terhadap penguatan nilai tukar rupiah.

Senada dengan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pertemuan tersebut mencerminkan soliditas pemerintah dan otoritas ekonomi dalam menghadapi tantangan global. Ia menilai indikator ekonomi yang ada saat ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun menghadapi tekanan eksternal.

Pemerintah dan Bank Indonesia berharap koordinasi yang semakin erat dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperkuat ketahanan pasar keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(Red)