Bapanas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi Musim Kemarau dan Ancaman El Nino 2026
![]() |
| Bapanas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi Musim Kemarau dan Ancaman El Nino 2026 |
JAKARTA – detik35. Com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali untuk menghadapi potensi musim kemarau serta fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Kesiapan tersebut didukung oleh penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan stabilitas produksi pangan nasional.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah potensi perubahan iklim global.
"Pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini. Kesiapan stok pangan Indonesia berada pada kondisi yang cukup kuat," ujar Sarwo Edhy, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, antisipasi tersebut dilakukan seiring dengan munculnya indikasi dampak El Nino di sejumlah wilayah dunia, termasuk Papua Nugini, serta prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung pada periode Juli hingga September 2026.
Pemerintah terus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), khususnya cadangan beras, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Sarwo menjelaskan, hingga saat ini dampak El Nino terhadap sektor pertanian nasional masih relatif terkendali. Kondisi cuaca yang masih normal memungkinkan aktivitas pertanian tetap berjalan dengan baik sehingga target produksi pangan nasional dapat tercapai.
Data Bapanas menunjukkan, proyeksi produksi beras nasional pada semester pertama tahun 2026 mencapai sekitar 19,2 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional pada periode yang sama diperkirakan sebesar 15,4 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus produksi sekitar 3,7 juta ton.
Sebagian besar surplus tersebut telah diserap oleh Perum Bulog sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hingga 26 Juni 2026, Bulog tercatat telah melakukan penyerapan setara beras sebanyak 3,2 juta ton, sehingga total stok cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 5 juta ton.
Selain penguatan stok, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca dan melakukan sosialisasi kepada petani mengenai pola tanam yang sesuai dengan kondisi iklim yang diperkirakan terjadi.
Pemerintah berharap langkah-langkah antisipatif tersebut dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, sekaligus memastikan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim global.(Red)
