Satu Keluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Makanan
![]() |
| Satu Keluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Makanan |
TEMANGGUNG – detik35. Com - Suasana duka menyelimuti kawasan wisata kamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, setelah empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia di dalam tenda tempat mereka berkemah.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (27/5/2026) dan kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan sementara, kematian para korban berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi selama berkemah.
Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga yang datang untuk berwisata dan bermalam di area kamping. Mereka masing-masing berinisial MAM (52), seorang pedagang, M (43), perempuan yang juga berprofesi sebagai pedagang, serta dua anak mereka berinisial AEH (17) dan BAH (21) yang masih berstatus pelajar.
Seluruh korban tercatat sebagai warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kasatreskrim Polres Temanggung Iptu Komang Mahendra Deputra mengatakan pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim identifikasi setelah menerima laporan penemuan jenazah.
“Pada hari ini kami dari Satreskrim Polres Temanggung telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara terkait ditemukannya empat orang meninggal dunia yang merupakan satu keluarga yang sedang melaksanakan wisata di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung,” ujar Komang di RSUD Temanggung, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga tersebut tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dan mendirikan tenda untuk bermalam.
Keesokan harinya sekitar pukul 11.45 WIB, pengelola wisata mencoba menghubungi para korban karena waktu check out telah tiba dan area kamping akan dibersihkan. Namun tidak ada respons dari dalam tenda.
Merasa curiga karena tidak ada aktivitas sama sekali, petugas kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat pintu tenda dibuka, keempat korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Setelah dibuka pintu, terlihat keempat korban sudah kaku di lokasi kejadian,” kata Komang.
Penemuan tersebut sontak membuat geger pengelola wisata dan warga sekitar. Polisi kemudian memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pada Kamis (28/5/2026), tim gabungan dari Satreskrim Polres Temanggung, Tim Identifikasi, dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan lanjutan baik di lokasi kejadian maupun terhadap jenazah korban.
Selain autopsi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam tenda, termasuk makanan dan perlengkapan barbeque yang diduga dikonsumsi para korban selama berkemah.
“Untuk dugaan kami belum berani mengonfirmasi karena masih melaksanakan pemeriksaan autopsi dan pemeriksaan makanan di laboratorium forensik Polda Jateng,” jelas Komang.
Meski dugaan sementara mengarah pada makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut, polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian para korban sebelum hasil laboratorium forensik keluar.
Hingga kini aparat kepolisian masih mendalami seluruh kemungkinan, termasuk memeriksa saksi-saksi dan pihak pengelola wisata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian para korban sebelum hasil resmi pemeriksaan diumumkan.(Red)
