Kementan Pastikan PT DSI Tak Ambil Untung dari Skema Ekspor Satu Pintu
![]() |
| Kementan Pastikan PT DSI Tak Ambil Untung dari Skema Ekspor Satu Pintu |
Jakarta — detik35. Com. - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pemerintah menjamin PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak akan mengambil keuntungan dalam skema pengelolaan satu pintu ekspor komoditas yang tengah disiapkan pemerintah.
Menurut Sudaryono, PT DSI hanya berperan sebagai perusahaan pengelola dan pengawas sistem ekspor yang bekerja secara transparan dan akuntabel.
“PT DSI adalah perusahaan pengelola dan pengawas yang bekerja secara transparan dan akuntabel, serta tidak mengambil keuntungan. Saya ulangi, tidak mengambil keuntungan,” kata Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, tujuan utama kebijakan satu pintu ekspor bukan untuk menambah keuntungan negara ataupun pihak tertentu, melainkan memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas nasional agar lebih tertib dan terhindar dari berbagai praktik pelanggaran.
Pemerintah, kata Sudaryono, ingin mencegah potensi praktik transfer pricing maupun under pricing yang selama ini dinilai merugikan negara dalam perdagangan komoditas ekspor.
“Objektif pemerintah bukan menambah rente atau mengambil untung, tetapi memastikan tidak terjadi pelanggaran seperti transfer pricing maupun under pricing,” ujarnya.
Pemerintah juga telah menyiapkan masa transisi penerapan sistem tersebut selama tiga bulan, mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Setelah seluruh regulasi dan mekanisme teknis dinyatakan siap, implementasi akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan berjalan penuh pada 1 Januari 2027.
Sudaryono memastikan kebijakan tersebut tidak akan menambah beban baru bagi pelaku usaha hilir, termasuk perusahaan refinery maupun eksportir komoditas.
Ia membantah anggapan bahwa kehadiran PT DSI akan menciptakan rantai birokrasi baru ataupun menambah biaya ekspor. Menurutnya, biaya operasional tetap berjalan seperti mekanisme sebelumnya, namun pengelolaannya kini dilakukan melalui sistem yang lebih transparan dan terintegrasi.
“Anggap saja ini seperti pipa transparan. Pemerintah ingin melihat transparansi prosesnya, disesuaikan dengan harga dan pengawasan teknologi seperti AI,” katanya.
Pemerintah berharap skema satu pintu ekspor melalui PT DSI dapat memperkuat pengawasan perdagangan komoditas nasional, meningkatkan transparansi, serta menutup celah manipulasi nilai ekspor yang selama ini kerap terjadi.
