Kompolnas Awasi Tes Psikologi Akpol 2026 di Surabaya, Polda Jatim Tegaskan Rekrutmen Bersih
![]() |
| Kompolnas Awasi Tes Psikologi Akpol 2026 di Surabaya, Polda Jatim Tegaskan Rekrutmen Bersih |
Surabaya – detik35. Com - menggelar tes psikologi bagi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 yang diikuti sebanyak 276 peserta. Kegiatan ini berlangsung di pada Minggu (26/4).
Karo SDM Polda Jatim, , menjelaskan bahwa tes psikologi ini merupakan tahapan awal dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2026.
“Hari ini kami melaksanakan tes psikologi calon Akpol yang diikuti 276 peserta. Setelah ini akan dilanjutkan tahapan seleksi berikutnya, termasuk untuk Bintara dan Tamtama,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan dengan pengawasan dari internal Polri seperti Itwasda, Propam, dan tim psikologi, serta pengawasan eksternal dari .
Menurut Sih Harno, pelaksanaan rekrutmen Polri berpedoman pada prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, guna memastikan proses berjalan objektif dan bebas dari praktik kecurangan.
Sementara itu, perwakilan Kompolnas, , turut hadir langsung memantau jalannya seleksi. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap tahapan rekrutmen.
“Kami memastikan tidak ada kecurangan atau pelanggaran hukum. Proses ini harus benar-benar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Anam menjelaskan, sistem rekrutmen Polri saat ini bersifat partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan peserta seleksi sebagai bagian dari pengawasan.
Selain itu, seluruh prosedur dijalankan secara terbuka, mulai dari penyampaian informasi kepada peserta, pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan seperti alat elektronik, hingga transparansi hasil tes yang dapat langsung diketahui setelah ujian selesai.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Jika ada yang mengaku bisa meluluskan dengan meminta uang, jangan dipercaya. Laporkan. Kualitas Polri ke depan ditentukan dari proses rekrutmen yang bersih dan diisi oleh individu-individu berkualitas,” pungkasnya.
Melalui pengawasan berlapis dan sistem terbuka, diharapkan rekrutmen anggota Polri tahun 2026 dapat menghasilkan calon-calon terbaik yang profesional dan berintegritas.(Red)
