81 Kloter Calon Haji Jateng Berangkat dari Solo, 15 Kloter Dialihkan Lewat Embarkasi Jogja

81 Kloter Calon Haji Jateng Berangkat dari Solo, 15 Kloter Dialihkan Lewat Embarkasi Jogja

Boyolali – detik35.com - Jemaah calon haji (calhaj) Embarkasi Solo mulai masuk Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada Selasa (21/4/2026). Kloter pertama yang berasal dari Kabupaten Tegal dijadwalkan masuk pukul 06.00 WIB dengan total 360 orang, terdiri dari 356 jemaah dan 4 petugas haji.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengatakan Jawa Tengah tahun ini mendapatkan kuota sebanyak 34.122 jemaah haji.

“Untuk Jawa Tengah tahun ini kita mendapatkan kuota 34.122 jemaah,” ujarnya saat memberikan keterangan di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Senin (20/4/2026).

Jumlah tersebut terdiri dari 32.138 jemaah reguler berdasarkan nomor urut kursi, 1.706 jemaah prioritas lanjut usia (lansia), 191 petugas haji daerah, serta 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Namun, tidak seluruh jemaah diberangkatkan melalui Embarkasi Solo. Sebanyak 15 kloter dari wilayah Eks Karesidenan Kedu akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta yang mulai difungsikan tahun ini.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen, dengan total sekitar 6.000 jemaah.

“Ada 15 kloter yang akan berangkat lewat Embarkasi Jogja dan nanti akan bergabung dengan Embarkasi Jogja. Total yang akan berangkat dari Jogja ada 26 kloter,” jelas Fitriyanto.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kelelahan jemaah karena jarak tempuh yang lebih dekat serta meningkatkan kenyamanan pelayanan.

“Kalau selama ini di Solo sehari bisa sampai 4 sampai 5 kloter, tentu sangat padat. Dengan dibagi ke Jogja, pelayanan menjadi lebih nyaman dan jemaah lebih rileks saat keberangkatan,” tambahnya.

Sementara itu, Embarkasi Solo sendiri akan memberangkatkan total 81 kloter menuju Tanah Suci. Persiapan layanan disebut telah mencapai hampir 100 persen, termasuk simulasi One Stop Service di Asrama Haji Donohudan.

Tahun ini juga terdapat perubahan penting terkait kartu Nusuk, yaitu identitas resmi jemaah selama berada di Arab Saudi. Jika sebelumnya kartu tersebut dibagikan setibanya di Saudi, kini kartu Nusuk langsung diberikan di Indonesia saat jemaah masuk asrama.

“Jemaah jadi lebih tenang karena sebelum berangkat mereka sudah mengantongi kartu Nusuk. Jadi begitu sampai di Arab Saudi tinggal fokus beribadah,” terang Fitriyanto.

Jumlah jemaah lansia di Embarkasi Solo masih cukup tinggi, mencapai sekitar 40 persen. Jemaah tertua tercatat berusia 84 tahun asal Kabupaten Klaten, sementara yang termuda berusia 13 tahun dari Magelang yang berangkat sebagai jemaah pengganti.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Embarkasi Solo optimistis proses keberangkatan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh calon tamu Allah.(Red)