Ketegangan Memanas, Iran Klaim Drone Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln

Ketegangan Memanas, Iran Klaim Drone Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln


Jakarta – detik35. Com - Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal induk milik Amerika Serikat. Televisi pemerintah Iran pada Kamis (5/3/2026) menyebutkan bahwa drone yang diluncurkan oleh pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berhasil menabrak kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72).

Namun demikian, laporan tersebut tidak disertai dengan rincian lebih lanjut mengenai lokasi kejadian maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan. Klaim tersebut pertama kali disampaikan oleh media pemerintah Iran dan kemudian dikutip oleh kantor berita internasional.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran juga pernah menyampaikan klaim serupa terkait serangan terhadap kapal induk Amerika tersebut. Akan tetapi, pihak United States Department of Defense atau Pentagon membantah klaim tersebut. Menurut Pentagon, rudal maupun drone yang diluncurkan Iran bahkan tidak mendekati target yang dimaksud.

Iran Siap Hadapi Invasi Darat

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari negara-negara yang dianggap sebagai lawan Iran.

Dalam wawancara dengan media internasional, Araghchi menyampaikan bahwa Iran tidak gentar menghadapi potensi operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat maupun sekutunya. Bahkan ia menilai langkah tersebut justru akan menjadi bencana bagi pihak yang menyerang.

“Kami sedang menunggu mereka,” ujar Araghchi.

“Kami yakin dapat menghadapi mereka dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” tambahnya, merujuk pada kemungkinan serangan militer langsung terhadap wilayah Iran.

AS Klaim Tenggelamkan 30 Kapal Iran

Di sisi lain, militer Amerika Serikat menyampaikan klaim berbeda. Washington menyatakan bahwa pasukannya telah menenggelamkan puluhan kapal milik Iran sejak meningkatnya konflik bersenjata dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Laksamana Brad Cooper, pimpinan United States Central Command (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Menurut Cooper, hingga saat ini lebih dari 30 kapal milik Iran telah berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Amerika Serikat. Ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa jam terakhir pihaknya telah menghantam kapal induk drone milik Iran yang berfungsi sebagai pangkalan peluncuran pesawat tanpa awak.

“Sekarang kita telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal, dan dalam beberapa jam terakhir kami juga telah menghantam kapal induk drone Iran yang ukurannya kira-kira setara dengan kapal induk pada era Perang Dunia II. Saat ini kapal itu terbakar,” ujar Cooper dalam konferensi pers.

Ia juga mengklaim bahwa intensitas serangan Iran mulai mengalami penurunan signifikan sejak hari pertama konflik. Berdasarkan data militer Amerika Serikat, serangan rudal balistik Iran disebut telah turun hingga sekitar 90 persen, sementara serangan drone menurun sekitar 83 persen dibandingkan fase awal konflik.

Serangan Dimulai Sejak Akhir Februari

Eskalasi konflik di kawasan tersebut meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu memicu respons dari Teheran yang kemudian meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal ke berbagai sasaran di wilayah Timur Tengah.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran komunitas internasional akan potensi meluasnya konflik regional yang melibatkan kekuatan militer besar di kawasan tersebut. Para pengamat menilai bahwa apabila ketegangan terus meningkat, konflik ini berpotensi menyeret lebih banyak negara dan memicu instabilitas keamanan di Timur Tengah.

Sejumlah negara dan organisasi internasional kini menyerukan agar semua pihak menahan diri serta membuka ruang diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang berskala lebih luas.(Red)