Sekda Lampung Barat Ingatkan Mutu Makanan SPPG
![]() |
| Sekda Lampung Barat Ingatkan Mutu Makanan SPPG |
LAMPUNG BARAT – detik35. Com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengingatkan agar tidak ada celah kelalaian yang dapat menyebabkan anak-anak sekolah menerima makanan yang tidak layak konsumsi.
Penegasan tersebut disampaikan Nukman saat meresmikan SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2 yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Perumahan Seranggas Permai No. 99, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (3/2/2026).
SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2 resmi beroperasi di bawah naungan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) dan ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Sekda Lampung Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke fasilitas dapur dan sarana penunjang pengolahan makanan.
Kegiatan grand launching tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Lampung Barat, jajaran perangkat daerah, Ketua SPPG Lampung Barat Drs. Ahmad Hikami yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Balik Bukit, serta perwakilan tenaga pendidik dari sekolah-sekolah penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Nukman menegaskan bahwa SPPG memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik. Oleh karena itu, kualitas, kebersihan, dan standar gizi makanan harus dijaga secara konsisten dan berkelanjutan.
“Makanan yang disajikan harus benar-benar berkualitas. Jangan sampai lengah dari tugas dan tanggung jawab. Beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial adanya SPPG di daerah lain yang menyajikan makanan berulat dan tidak layak konsumsi. Ini menjadi pelajaran penting. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di Lampung Barat,” tegas Nukman.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga harus dilakukan langsung di lapangan, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
“Jangan sampai anak di sekolah menemukan makanan tidak layak konsumsi. SPPG harus memastikan makanan yang disajikan higienis, aman, dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah,” lanjutnya.
SPPG Pasar Liwa 2 sendiri merupakan SPPG kelima yang beroperasi di wilayah Kecamatan Balik Bukit. Keberadaan dapur ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan Program MBG, khususnya bagi siswa dan siswi yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.
Dengan peresmian tersebut, jumlah SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Lampung Barat kini mencapai 18 unit dari total target 29 SPPG.
“Ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam menyukseskan program nasional hingga ke tingkat daerah. Kita ingin memastikan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” ujar Nukman.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik, Nukman juga berharap keberadaan dapur SPPG dapat memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“SPPG diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, menyerap tenaga kerja lokal, serta memanfaatkan bahan baku pangan dari petani dan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurut Nukman, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Secara nasional, MBG menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan angka stunting sekaligus penyiapan Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya.(Red)

