Angkutan Batubara Diduga Dilepas Diam-diam, Aktivis Muba Ancam Demo Minta Kasatlantas Dicopot

Angkutan Batubara Diduga Dilepas Diam-diam, Aktivis Muba Ancam Demo Minta Kasatlantas Dicopot


MUSI BANYUASIN – detik35.com.- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Musi Banyuasin (Muba) diduga melepas secara diam-diam sejumlah armada angkutan batubara yang sebelumnya diamankan saat razia di wilayah Muba. Dugaan ini memicu reaksi keras dari aktivis, LSM, dan organisasi masyarakat yang berencana menggelar aksi unjuk rasa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, truk-truk batubara asal Provinsi Jambi tersebut diamankan saat melintas menuju Palembang pada Kamis, 5 Februari 2026. Armada diketahui melanggar Instruksi Gubernur Sumatera Selatan terkait larangan angkutan batubara melintas di jalan umum serta tidak mengantongi dokumen perizinan lengkap.

Kendaraan sempat diamankan dan diparkir di halaman Pos Polantas Sukamaju. Bahkan, pengemudi mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan akhir batubara yang diangkut dan baru akan menerima instruksi lanjutan setelah tiba di Pulau Jawa.

Namun, dalam perkembangannya, sejumlah truk yang sebelumnya diamankan dilaporkan telah meninggalkan lokasi tanpa kejelasan. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan armada tersebut tidak diketahui secara pasti.

Pelepasan truk diduga dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak lain yang turut dalam razia, seperti Dinas Perhubungan Muba serta unsur Ormas, LSM, dan aktivis. Upaya konfirmasi awak media kepada pihak Satlantas Polres Muba terkait dasar pelepasan armada tersebut belum mendapat penjelasan resmi.

Sejumlah pihak menduga adanya praktik kongkalikong antara pemilik batubara dan oknum tertentu. Dugaan ini diperkuat dengan klaim beberapa aktivis yang mengaku dihubungi pihak-pihak tertentu pascakejadian tersebut.

Ketua Umum LSM POSE RI, Desri Nago, SH, mengecam keras dugaan pelepasan armada batubara tersebut.

“Jika benar angkutan yang jelas melanggar aturan dilepaskan tanpa kejelasan, ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Ormas Barikade 98 Muba, Boni. Ia mempertanyakan transparansi Satlantas Polres Muba dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami mempertanyakan ke mana truk-truk itu dibawa dan atas dasar apa dilepaskan. Sampai hari ini tidak ada penjelasan resmi,” ujarnya.

Boni menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama gabungan LSM, Ormas, dan aktivis akan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk mosi tidak percaya.

“Kami akan mendesak agar Kasatlantas Polres Muba dicopot,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Muba, Hendra Imron, menilai keterbukaan informasi menjadi kunci penyelesaian persoalan ini.

“Jika tidak ada pelanggaran, sampaikan secara terbuka ke publik agar tidak menimbulkan spekulasi,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Satlantas Polres Musi Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelepasan angkutan batubara tersebut. (*)