Ratusan Jamaah Hadiri Dzikrul Ghofilin Haul Masyayikh Al Falah Ploso ke-7 di OKU Timur
![]() |
| Dok foto istimewa Polsek Buay Timur |
OKU TIMUR — detik35. Com - Ratusan jamaah dari berbagai desa menghadiri kegiatan Dzikrul Ghofilin dalam rangka Haul Masyayikh Al Falah Ploso ke-7, yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang jasa serta keteladanan ulama kharismatik KH Ahmad Dimyathi Dahlan, yang dikenal luas melalui kiprahnya dalam pengembangan pendidikan pesantren dan dakwah Islam rahmatan lil alamin.
Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, sholawat Nabi, dzikir bersama (Dzikrul Ghofilin), doa, hingga penutup. Jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Buay Madang Timur yang diwakili Kasi PMD Edi, Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Swisspo, S.H., M.H., pimpinan pondok pesantren wilayah setempat, Kepala Desa Sumber Mulyo Haryono, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, jamaah Muslimat, serta masyarakat umum.
Usai rangkaian utama, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Agus H. Sabuth Panoto Projo dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur. Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak jamaah untuk meneladani akhlak, keikhlasan, dan perjuangan para ulama dalam membangun umat serta menjaga persatuan bangsa.
Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Swisspo menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 12.30 WIB,” ujarnya.
Haul Masyayikh Al Falah Ploso ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat ukhuwah islamiyah, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan keagamaan yang damai dan menyejukkan.(Red)

