Kerusakan Lingkungan Banjir Aceh Disorot, Restorasi Mendesak
![]() |
| Kerusakan Lingkungan Banjir Aceh Disorot, Restorasi Mendesak |
Banda Aceh ,detik35.com - Dampak banjir yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah lain di Sumatera kini menjadi sorotan serius, terutama terkait kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Selain menelan korban jiwa dan kerugian harta benda, bencana ini meninggalkan jejak kerusakan ekologis yang luas dan berpotensi berkepanjangan.
Puluhan ribu hektare lahan pertanian dan perikanan dilaporkan rusak akibat terjangan banjir, termasuk banjir bandang yang membawa material lumpur dan merusak struktur tanah. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu produktivitas pangan, mata pencaharian masyarakat, serta keseimbangan ekosistem di kawasan terdampak.
Data kerusakan menunjukkan wilayah dengan dampak terluas berada di Kabupaten Aceh Utara dengan luasan kerusakan lebih dari 10 ribu hektare. Disusul Kabupaten Bireuen sekitar 4,9 ribu hektare dan Aceh Tamiang sekitar 3,4 ribu hektare. Kerusakan ini mencakup sawah, tambak, hingga infrastruktur pendukung pertanian dan perikanan.
Sejumlah pihak menilai, kondisi tersebut menegaskan pentingnya langkah restorasi ekologis secara menyeluruh. Upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik pascabencana, tetapi juga pada pemulihan fungsi alam—mulai dari rehabilitasi daerah aliran sungai, penguatan kawasan resapan air, hingga pengelolaan tata ruang yang lebih berkelanjutan.
Tanpa restorasi yang terencana dan konsisten, risiko bencana serupa dikhawatirkan akan terus berulang. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dinilai krusial untuk mengembalikan kondisi lingkungan Aceh agar lebih tangguh dan mendekati keadaan alaminya.(Red)
