Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo Terbakar, Layanan IGD Sempat Ditutup Sementara

Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo Terbakar, Layanan IGD Sempat Ditutup Sementara

Ponorogo ,detik35.Com - Kebakaran terjadi di RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu sore (4/1/2026). Api dilaporkan muncul dari gudang farmasi yang berada di sisi barat Instalasi Gawat Darurat (IGD), sehingga sempat mengganggu aktivitas pelayanan di area tersebut.

Peristiwa kebakaran diketahui pertama kali sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Harjono, dr Made Jeren, menyampaikan bahwa api pertama kali terlihat oleh petugas keamanan rumah sakit. Menyadari potensi bahaya, petugas segera melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen rumah sakit untuk dilakukan penanganan awal.

“Api muncul sekitar jam empat sore. Yang pertama kali melihat adalah petugas security, lalu langsung dilaporkan dan segera diatasi,” ujar dr Made Jeren.

Pihak rumah sakit bergerak cepat dengan melakukan upaya pemadaman awal menggunakan peralatan yang tersedia, sembari berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain, mengingat lokasi gudang farmasi berada cukup dekat dengan IGD yang menjadi pusat layanan darurat pasien.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, manajemen rumah sakit sempat menutup sementara layanan IGD. Namun demikian, tidak dilakukan evakuasi pasien karena situasi dinilai masih dapat dikendalikan. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Beruntung, insiden tersebut tidak mengakibatkan pasien maupun tenaga medis terdampak secara langsung. Aktivitas rumah sakit secara umum dapat kembali berjalan setelah kondisi dinyatakan aman dan terkendali. Pihak RSUD dr Harjono juga memastikan akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap area terdampak serta mengevaluasi sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan sistem pengamanan di fasilitas layanan kesehatan, terutama di area vital seperti gudang farmasi dan instalasi gawat darurat, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski terjadi kondisi darurat.(Red)