Dana Pemeliharaan SMPN 02 BMT 2025 Dipertanyakan
![]() |
| Dana Pemeliharaan SMPN 02 BMT 2025 Dipertanyakan |
Oku Timur,detik35.Com.- Pengelolaan dana pemeliharaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 BMT pada Tahun Anggaran 2025 diduga menjadi sorotan publik. Dugaan tersebut muncul seiring kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang dinilai tidak layak pakai, meskipun anggaran pemeliharaan yang dialokasikan dalam satu tahun anggaran tercatat mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan data penyaluran dana pendidikan tahun 2025, SMP Negeri 02 BMT menerima dana dalam dua tahap pencairan. Pada tahap pertama yang dicairkan pada Januari 2025, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp 34.159.300.
Selanjutnya, pada tahap kedua yang dicairkan pada Agustus 2025, alokasi dana pemeliharaan kembali meningkat menjadi Rp 41.097.500. Dengan demikian, total dana pemeliharaan yang dikelola sekolah dalam satu tahun mencapai lebih dari Rp 75 juta.
Namun, besarnya alokasi tersebut dinilai belum sejalan dengan kondisi sarana sekolah di lapangan. Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan utama adalah toilet (WC) sekolah yang dilaporkan tidak berfungsi. Akibat kondisi tersebut, para siswa disebut harus menumpang menggunakan toilet di masjid terdekat apabila ingin buang air selama jam sekolah.
“Kondisi WC di sekolah memang sudah lama tidak bisa digunakan. Anak-anak kalau mau ke toilet harus izin keluar dan numpang ke masjid,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan mengingat toilet merupakan fasilitas dasar yang wajib tersedia di lingkungan pendidikan. Tidak berfungsinya WC sekolah dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan, kesehatan, hingga konsentrasi belajar siswa.
Selain itu, kebiasaan keluar lingkungan sekolah untuk keperluan dasar dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan mengganggu proses belajar mengajar.
Sejumlah pihak juga mempertanyakan jenis pekerjaan pemeliharaan apa saja yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah sepanjang tahun 2025. Pasalnya, selain WC, beberapa fasilitas lain disebut masih membutuhkan perbaikan, baik pada ruang kelas maupun sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Masyarakat menilai transparansi pengelolaan dana pendidikan menjadi hal yang sangat penting, terutama karena dana tersebut bersumber dari anggaran negara yang seharusnya digunakan secara maksimal untuk menunjang kualitas layanan pendidikan.
Keterbukaan informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan penggunaan dana pemeliharaan dinilai dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 02 BMT belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi WC sekolah maupun rincian penggunaan dana pemeliharaan sarana dan prasarana Tahun Anggaran 2025. Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah dan instansi terkait masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang.
Publik berharap dinas pendidikan setempat dapat melakukan klarifikasi atau evaluasi apabila diperlukan, guna memastikan penggunaan dana pemeliharaan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci dalam memastikan dana pendidikan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan layak.(Red)
Tags:
Headline
