Atap Lantai Dua SMAN 2 Gunung Putri Bogor Ambruk, Aktivitas Belajar Dihentikan Demi Keselamatan
![]() |
| Atap Lantai Dua SMAN 2 Gunung Putri Bogor Ambruk, Aktivitas Belajar Dihentikan Demi Keselamatan |
BOGOR ,detik35.Com - Insiden ambruknya atap lantai dua SMA Negeri (SMAN) 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terjadi pada Jumat (23/1/2026) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Beruntung, peristiwa tersebut berlangsung sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Wisata Utama, Desa Ciangsana, itu dalam kondisi sepi saat kejadian. Ambruknya atap diketahui pertama kali oleh seorang staf tata usaha (TU) yang menginap di lingkungan sekolah dan tengah bersiap melaksanakan salat Subuh. Suara runtuhan keras terdengar dari arah lantai dua bangunan sekolah.
Kepala SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa setelah mendengar suara ambruk, staf segera melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati atap bangunan lantai dua telah runtuh.
“Terdengar suara ambruk dari atas. Setelah dicek, ternyata atap sekolah ambruk dan menimpa tiga ruang kelas,” ujar Dede saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
Akibat kejadian ini, tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah, dengan material bangunan seperti rangka atap dan plafon runtuh ke bagian dalam ruangan. Demi mengutamakan keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas KBM.
Pihak sekolah langsung melakukan pengamanan area terdampak dengan menutup akses menuju bangunan yang rusak. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor serta instansi teknis terkait guna melakukan penilaian struktur bangunan dan menentukan langkah perbaikan.
Menurut pihak sekolah, penghentian sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah risiko lanjutan, mengingat kondisi bangunan perlu dipastikan aman sebelum kembali digunakan. Opsi pembelajaran alternatif, termasuk pengaturan jadwal atau sistem pembelajaran daring, tengah dipertimbangkan sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan pemeliharaan rutin terhadap fasilitas pendidikan, khususnya bangunan sekolah yang digunakan setiap hari oleh ratusan siswa. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah cepat agar proses perbaikan berjalan optimal dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya atap masih dalam proses penyelidikan, termasuk kemungkinan faktor usia bangunan maupun kondisi cuaca yang memengaruhi struktur gedung.(Red)
