Banjir Mulai Surut di Kerinci, Aktivitas Warga Kembali Normal — Pemkab Tetap Siaga Antisipasi Bencana Susulan

Banjir Mulai Surut di Kerinci, Aktivitas Warga Kembali Normal — Pemkab Tetap Siaga Antisipasi Bencana Susulan

Kerinci, Jambi –detik35.Com - Banjir yang merendam puluhan rumah warga di Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, mulai berangsur surut setelah diguyur hujan deras sejak beberapa hari terakhir. Air yang sempat meluap hingga memasuki rumah-rumah warga kini perlahan menyusut, dan aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal.

Kendati begitu, Pemerintah Kabupaten Kerinci belum menurunkan tingkat kewaspadaan. Bupati Kerinci, Monadi, menuturkan bahwa pihaknya tetap menerapkan status siaga sambil memastikan seluruh jajaran terkait terus memantau kondisi di lapangan. “Untuk saat ini banjir sudah mulai surut, aktivitas juga sudah mulai berangsur seperti biasa,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Menurut laporan dari perangkat desa dan petugas BPBD, tingginya curah hujan di wilayah perbukitan menyebabkan debit air sungai meningkat tajam, yang kemudian mengalir ke kawasan permukiman di Lubuk Suli. Sejumlah rumah, akses jalan, serta fasilitas umum dilaporkan sempat terendam sebelum akhirnya surut.

Meski banjir surut, warga masih disarankan untuk berhati-hati karena kondisi cuaca di wilayah Kerinci diprediksi masih fluktuatif. Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi, terutama pada malam hari hingga dini hari. Pemkab Kerinci pun menginstruksikan agar jalur air dan saluran drainase terus dibersihkan untuk mencegah penyumbatan yang dapat memicu banjir susulan.

Selain pengawasan sungai dan saluran air, BPBD juga melakukan koordinasi dengan camat dan pemerintah desa untuk memperbarui data warga terdampak serta menyiapkan lokasi evakuasi apabila kondisi memburuk. Pemerintah daerah memastikan bahwa bantuan logistik tersedia dan dapat didistribusikan sewaktu-waktu bila situasi mengharuskan.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca masih berpotensi ekstrem, sehingga semua pihak perlu bekerja sama menjaga lingkungan agar risiko banjir dapat ditekan,” kata Monadi.

Sementara itu, sejumlah warga mulai membersihkan rumah dan pekarangan yang sempat terendam air. Beberapa usaha dan aktivitas ekonomi skala kecil yang sebelumnya terhenti kini telah beroperasi kembali. Meski mengaku lega karena air sudah turun, warga tetap berharap adanya upaya jangka panjang dari pemerintah untuk mencegah banjir berulang.

Desa Lubuk Suli dan beberapa kawasan lain di Kecamatan Depati Tujuh memang dikenal sebagai wilayah yang rawan banjir ketika curah hujan tinggi. Pemerintah daerah menilai langkah mitigasi struktural dan nonstruktural sangat diperlukan, termasuk pengerukan sedimentasi sungai, rehabilitasi kawasan resapan air, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Dengan kondisi air telah menurun dan kegiatan masyarakat mulai pulih, Pemkab Kerinci menegaskan akan tetap melakukan pemantauan intensif hingga memastikan situasi benar-benar aman dari potensi banjir berikutnya.(Fahri)