Notification

×

Iklan

 


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

APBD Jember Terbesar Se – Tapal Kuda, Stunting Tertinggi Se – Jawa Timur

| July 11, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-11T00:08:44Z

 

APBD Jember Terbesar Se – Tapal Kuda, Stunting Tertinggi Se – Jawa Timur


JEMBER, Detik35.Com  – Sejak dilantiknya Hendy Siswanto menjadi Bupati Kabupaten Jember pada bulan Maret 2021, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut angka kematian ibu, angka kematian bayi dan prevalensi stunting di Kabupaten Jember tertinggi se-Jatim.

Oleh karenanya, Gubernur berpesan bahwa AKI, AKB dan stunting wajib menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Sebab, hal ini merupakan parameter kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebab, kegagalan menangani ketiganya, merupakan kegagalan pembangunan Sumber Daya Manusia  (SDM) yang merupakan inti dari setiap pembangunan yang dilakukan oleh entitas pemerintahan di level manapun.

Tetapi fakta Empirik nya, Stunting di Kabupaten Jember masih peringkat Tertinggi di Propinsi Jawa Timur (Jatim). Hal itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 Kementerian Kesehatan RI.

Prevalensi balita Stunted (tinggi badan menurut umur) di Jember adalah 34,9 persen. Peringkat kedua adalah Bondowoso dengan 32 persen, disusul Situbondo 30.9 persen. Sementara itu untuk rata-rata Jawa Timur adalah 19.2 persen.

Artinya, Dua tahun kepimpinan Hendy Siswanto bisa disimpulkan bahwasannya, pihaknya belum bisa berbuat apa-apa dalam Konteks Stunting ini. Merujuk pada potensi sumberdaya yang bisa dibilang sangat mumpuni, ini hal yang sangat memilukan dan memilukan.

Contohnya, di Kabupaten Jember ada 3 PTN dan belasan PTS besar yang merupakan gudang, ilmu dan ilmuwan serta mahasiswa kritis yang siap beraksi mengamalkan segenap energinya untuk pengabdian masyarakat.

Selanjutnya, tenaga ASN yang jumlah sekitar 18.000 orang, relawan kesehatan semacam kader posyandu, PKK dan juga organisasi kewanitaan muslimat, aisyah dan fatayat terorganisir sampai di pelosok pedesaan Jember.

Belum lagi, kalau kita melihat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember ini terbesar di Wilayah Timur Jawa Timur (Se – Tapal Kuda) yang meliputi, Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Lumajang, Situbondo dan Banyuwangi yakni kisaran 4,5 Triliun.

Stunting juga merupakan ancaman serius bagi terwujudnya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan serta terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Percepatan penurunan stunting merupakan kunci mengatasi permasalahan tersebut.

Sehingga harus dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa dan pemangku kepentingan.

Karena, Efek negatif yang ditimbulkan berupa rendahnya IQ, lemahnya kognitif, minimnya produktivitas dan meningkatnya risiko penyakit yang mengakibatkan kerugian dalam kurun waktu yang lama bagi kondisi perekonomian.

Dengan kondisi permasalahan stunting yang semakin memprihatinkan bagi masa depan Indonesia, maka Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden  Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Adanya Peraturan Presiden tersebut, diharapkan seluruh komponen secara konvergen dan terintegrasi dapat melaksanakan percepatan penurunan stunting sampai pada angka 14% pada tahun 2024 mendatang sesuai target pemerintah.

Dalam beberapa kesempatan Pemerintah Kabupaten Jember menyangsikan data hasil metode survey dalam SSGI. Tentu tidak elok ketika hasil survey yang juga dilakukan pada Daerah lain se-Indonesia dipandang tidak merepresentasikan kondisi yang sebenarnya.

Namun dalam perkembangan terakhir melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Kabupaten Jember mengakui hasil survey dimaksud dan bahkan untuk kepentingan percepatan penurunan stunting menggelontorkan tambahan anggaran yang fantastis yaitu 97 Miliar yang tersebar pada beberapa OPD terkait.

Tentu penggelontoran tambahan anggaran fantastis senilai 97 Miliar diharapkan sangat efektif untuk menangani stunting sehingga target penurunan sampai 20 persen di akhir tahun 2023 dan 14 persen pada tahun 2024 dapat benar-benar terwujud.

Diharapkan penggelontoran uang rakyat tersebut benar-benar sesuai dengan maksud dan tujuannya. Jangan sampai mengikuti jejak penggunaan anggaran BTT Covid 19 Tahun anggara 2020 senilai 479 Miliar

Yang menjadi pertanyaan sekarang, Kenapa Stunting  di Kabupaten Jember Masih Tertinggi di Jawa Timur? (Red/Novia)

×
Berita Terbaru Update