Notification

×

Iklan

 


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Acheh Future Sambangi Bocah Pemulung Yang Berniat Ngaji dan Mondok di Dayah

| May 23, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-05-23T01:40:15Z




Aceh Timur -Detik35.com -  Mirisnya nasib seorang remaja berusia 12 tahun bernama Muhammad Manayya, buah hati dari pasangan suami/istri (pasutri) Abdul Hamid (37) dan Nurhayati (34) berdomisili  di Desa Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur. Bocah dari keluarga kurang mampu ini terpaksa harus bekerja sebagai pemulung barang bekas demi untuk membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga nya.

Ketua Acheh Future Razali Yusuf alias Cekli. kepada media ini. Minggu (21/5/2023) mengatakan, sebenarnya Muhammad Munayya berkeinginan untuk mengaji dan mondok di Dayah. Namun akibat tidak adanya biaya sehingga niat baiknya belum tercapai. Nasibnya sangat berbeda dengan teman-teman lain nya, dimana menjelang tahun ajaran baru para siswa dari sekolah dasar melanjutkan pendidikan ke SMP atau mengaji ke Pesantren (dayah)."ucap Razali yusuf alias cek lili ketua Aceh Future. 

Hasrat Muhammad Munayya untuk melanjutkan pendidikannya ke dayah seakan sirna. Karena hampir saban hari Muhammad Munayya meminta dirinya di antarkan ke dayah. Namun ibunda nya hanya mampu menjawab dengan senyuman, hasrat anaknya belum dapat dipenuhi karena tidak ada biaya alias ekonomi tak memadai.

"Muhammad Munayya memiliki empat saudara, yaitu Putri Humayra (9), Aulia Putri (5), Muhammad Khalek (3) dan Afiah (1). Biasanya usai pulang sekolah Muhammad Munayya langsung membantu ibunya  mulung barang bekas," tutur Cekli saat ditemui media ini.


Cekli menjelaskan bahwa pada hari Jum,at (19/5/2023) sekitar pukul 5.00 WIB sore. Nurhayati (34) ibunda Muhammad Munayya saat ditemui pihaknya sedang mencari barang bekas di tempat pembuangan sampah. Mereka terkejut dengan kehadiran kami tim Acheh Future bersama Guru-guru dayah ke lokasi TPA, ungkap Cekli.

Ketua Lembaga Acheh Future ini mengaku bahwa, kedatangan tim nya ke lokasi tempat pembuangan sampah menindak lanjuti laporan masyarakat melalui relawan nya. "Ada laporan kepada relawan kami, bahwa ada seorang anak yang baru tamat sekolah dasar ingin sekali mondok. Jadi kami datang untuk memastikan serta ingin bertemu langsung dengan anak tersebut dan keluarganya," paparnya.

Cek li hadir dan didampingi sejumlah guru guru dayah, seperti Tgk Syukri (guru dayah Baitul Huda Al Aziziyah Paya Naden) Abi Adami dan lain-lain. "Betapa kami terkejut, disaat kami melihat seorang ibu bersama tiga anaknya yang masih kecil menjadi pemulung, kemudian kami mengajak ibu beserta anak-anaknya pulang kerumah, setiba kami disana melihat kondisi rumah mereka sudah sangat tidak layak untuk dihuni" terangnya.

Ketua Aceh Future sangat berharap kepada para dermawan atau dinas terkait untuk dapat membantu meringankan beban keluarga tersebut. Langkah awal yang akan ditempuh tim Acheh Future. "Kita duduk dulu bermusyawarah, dan selanjutnya akan kita jemput Muhammad Munayya dan kita antarkan ke tempat pengajian yaitu Dayah Baitul Huda Al-Aziziyah Desa Paya Naden." Lanjut nya. 

 Semua kebutuhan seperti baju, peci, kitab-kitab dan beras akan kita upayakan bersama. Jika para dermawan yang ingin membantu atau mewakafkan kitab atau beras boleh langsung menghubungi tim Acheh Future atau boleh juga di antar langsung ke Dayah Baitul Huda Al-aziziyah, karena di Dayah tersebut ada juga sekitar tujuh puluhan para santriwan binaan Aceh Future, " pungkas Razali yusuf alias Cek li ketua umum Aceh future. 

(Red/Saipul)
×
Berita Terbaru Update